-->

Ads (728x90)

 

Warga mengikuti tradisi Pangan Agung atau Pangan Balak dalam rangka HUT ke-26 Kabupaten Tanggamus di GOR Mini Kota Agung, Senin (20/3/2023). (Foto iwan/Realitamedia.com)

Tanggamus, Realitamedia.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Tanggamus menggelar tradisi adat Pangan Agung atau Pangan Balak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Tanggamus. Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Mini Pekon Kota Agung, Kecamatan Kota Agung, Senin (20/3/2023).

Pangan Agung merupakan tradisi makan besar bersama yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat adat Lampung. Kegiatan ini digelar sebagai upaya pelestarian budaya daerah sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tanggamus.

Acara tersebut dihadiri Bupati Tanggamus Dewi Handajani, Wakil Bupati A.M Safi’i, Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Tanggamus, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga insan pers.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani mengaku bangga kegiatan Pangan Balak kembali dapat dilaksanakan setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Menurutnya, tradisi ini sarat makna kebersamaan dan persatuan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa kembali melaksanakan Pangan Balak dalam suasana penuh kebahagiaan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh elemen masyarakat dari 20 kecamatan di Kabupaten Tanggamus,” ujar Dewi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Pangan Balak atau Mengan Balak dalam bahasa Lampung berarti makan besar bersama. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan yang sejalan dengan motto Kabupaten Tanggamus, Begawi Jejama, yang bermakna bekerja secara bersama-sama.

Menurut Dewi, selain melestarikan budaya, Pangan Balak juga dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Kabupaten Tanggamus kepada masyarakat luas.

“Seluruh bahan makanan yang disajikan berasal dari Tanah Tanggamus. Ini menunjukkan kemandirian dan kekayaan alam daerah kita,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Tanggamus Retno Noviana Damayanti mengatakan Pangan Agung merupakan tradisi turun-temurun yang terus dijaga keberlangsungannya.

“Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai OPD, pekon, dan kecamatan. Harapannya, budaya Pangan Balak dapat dikenal lebih luas sebagai kearifan lokal Kabupaten Tanggamus,” jelas Retno.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, budaya tak benda Kabupaten Tanggamus dapat terus terinformasi dan dipromosikan ke tingkat yang lebih luas. (Iwan)


Posting Komentar