By Osten
ASAHAN, Realitamedia.com – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) merupakan momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Otonomi daerah sebagai instrumen penting dalam, pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan public dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Demikian amanat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Tito Karnavian,M.A,Ph.D, yang disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Asahan,Rianto,S.H,M.A.P , saat memimpin upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026, pada Senin (28/4) di halaman Kantor Bupati Asahan.
Upacara ini juga dihadiri oleh Wakapolres Asahan, Selamat Riayadi,S.H,S.I.K,M.H, perwakilan Dandim 0208 Asahan, perwakilan Kajari Asahan, Kasi Datun Dr. RM Yusuf Trisnajaya, S.H., M.H, mewakili Danlanal Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, H. Efi Irwansyah Pane, M.Kn, para Asisten, Staf Ahli, OPD, serta peserta apel
“ Apel ini merupakan bagian dari peringatan nasional Hari Otonomi Daerah yang setiap tahun diperingati sebagai bentuk evaluasi dan penguatan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” katanya.
Selanjutnya Wabup Asahan mengatakan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 ini mengusung tema ”Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”,
Wabup Asahan menyebut bahwa tema tersebut menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Fokus Strategis
- Mendagri menekankan beberapa langkah strategis yang harus dilaksanakan yakni :
- Sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pusat dan daerah
- Reformasi birokrasi berbasis hasil (outcomes) dan digitalisasi
- Penguatan kemandirian fiskal daerah
- Kolaborasi antar daerah
- Fokus pada pelayanan dasar dan pengentasan ketimpangan
Selain langkah strategis tersebut, kata dia, pemerintah daerah juga didorong untuk menghadapi tantangan global seperti : ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, perubahan iklim dan perkembangan teknologi.
Adapun upaya konkret yang perlu dilakukan meliputi:
- Mewujudkan swasembada pangan melalui penguatan regulasi, SDM, dan distribusi
- Mewujudkan swasembada energi dengan diversifikasi dan efisiensi
- Pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan
- Mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi
- Pengembangan kewirausahaan
- Penekanan Efisiensi Anggaran
Dalam pidatonya, Mendagri juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, dengan prinsip:
- Kegiatan dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebihan
- Optimalisasi sumber daya yang ada
- Anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
- Menghindari pemborosan yang tidak berdampak langsung. (Ten)
Editor : Patar


Posting Komentar