-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Senin, Januari 19, 2026 A+ A- Print Email

Mentan Amran Minta Usut Tuntas Pelaku Penyelundupan Seribu Ton Beras yang Diamankan Bea Cukai di Karimun
Menta Amran didampingi Forkopimda saat konfersi pers terkait diamankannya 1000 ton beras di gudang Kanwil Bea Cukai Kepri di Karimun, Senin (19/1) (Foto : James/Realitamedia.com)

By James 
KARIMUN, Realitamedia.com
-  Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Karimun, Kepri, pada Senin  19 Januari 2026.

Rangkaian kunjungan kerjanya, diawali dengan mengunjungi Kantor Wilayah Bea dan Cukai (Kanwil BC) Kepulauan Riau di Karimun.

Di gudang Kanwil BC Kepri, Mentan Amran langsung memimpin konfersi pers dengan sejumlah awak media, terkait penangkapan seribu ton beras.

Mentan Amran mengucapkan terima kasih kepada penegak hukum di Kepri yang telah menangkap 100 ton beras tersebut. Ia meminta agar penyidik Mabes Polri mengusut hingga tuntas, dan menindak tegas pelaku –pelaku penyelundup beras tersebut.

“ Penyelundupan beras tersebut, dapat mengganggu kehidupan 115 juta petani padi kita,” kata Mentan Amran 

Ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan secara nasional, dan tingkat internasional bahwa negara kita sudah swasembada beras.

“ Beberapa bulan yang lalu di Kerawang, bapak Presiden Prabowo telah mengumumkan bahwa negara kita sudah swasembada beras,” katanya.

Untuk itu, Amran meminta seluruh masyarakat agar mendukungnya dan jangan mengganggu swasembada kita. Hal tersebut menurutnya merupakan penghianat bangsa.

Saat ini, kata dia, Indonesia sudah surplus beras sebanyak 3,5 juta ton, tetapi pemasukannya hanya 1000 ton bahkan kadang hanya 200 ton beras.

Hal yang menarik, kata dia, sumber beras selama ini adalah Kota Tanjungpinang, yang tidak memiliki sawah. Tetapi bisa mengirim beras ke Palembang yang surplus 1,2 juta ton beras dan produksinya 3,5 juta ton beras.

“ Ini tidak masuk akal, diduga keras, beras itu hasil dari penyelundupan, untuk itu penyidik Mabes Polri harus mengusutnya hingga tuntas bekerjasama dengan Polda Kepri dan dibackup oleh TNI dan Kejaksaan,” katanya.

Hal tersebut, kata dia, tidak bisa dibiarkan dan menurut Presiden Prabwo pelaku penyelundup  beras tersebut adalah penghianat bangsa.

“ Bayangkan hanya 2 atau 3 orang yang melakukan penyelundupan tetapi 115 juta petani kita menderita, dimana keadilannya, dimana rasa persatuannya,” katanya.

Untuk itu, Mentan Amran dengan tegas mengatakan agar kasus ini diusut hingga ke akar-akarnya, demi kesejahteraan 115 juta petani Indonesia.

Tahun 2020 lalu, lanjut Mentan, pernah terjadi daging impor sapi illegal banyak masuk ke Indonesia, akibatnya tahun 2022 dan 2023 lalu sapi-sapi di Indonesia terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).   

Akibat wabah PMK itu, produksi sapi di Indonesia menurun dari 17 juta ekor menjadi 11 juta ekor.  Ada sekitar 6 juta ekor sapi mati akibat terkena wabah PMK dan nilai kerugian sekitar Rp 135 Triliun.

Kadang orang tidak sadar jika tanpa melalui prosedur, seperti karantina, Bea dan Cukai, hal ini sangat membahayakan negara.  

“ Bukan persoalan 1 ton atau seribu ton, tetapi jika daging itu masuk tanpa sesuai dengan prosedur, tanpa melalui karantina dan Bea dan Cukai maka hal tersebut dapat merugikan Negara. Siapa yang menanggung peternak kita yang mengalami kerugian sebesar Rp 135 Triliun, lantaran sapinya terkena PMK,” katanya. (Jam)

Editor : Patar 

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar