By Baringin
BINTAN, Realitamedia.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bintan membentuk Kampung Donor Darah di Desa Toapaya Selatan, yang dirangkai dengan senam bersama serta sosialisasi donor darah, yang digelar di Kantor Desa Toapaya Selatan, Kamis (29/1).
Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama Ketua PMI Kabupaten Bintan Hafizha Rahmadhani dan sejumlah Kepala OPD pemkab Bintan menghadiri kegiatan ini.
Usai senam bersama serta sosialisasi donor darah, Ketua PMI Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani mengukuhkan 30 orang pengurus dan anggota Kampung Donor Darah Desa Toapaya Selatan. Pengukuhan mereka, bentuk komitmen bersama dalam mendukung ketersediaan darah yang berkelanjutan di Kabupaten Bintan.
Dalam sambutannya Bupati Roby mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mendukung penuh pembentukan Kampung Donor Darah di Desa Toapaya Selatan sebagai upaya memperkuat gerakan kemanusiaan berbasis masyarakat.
Ia menyebut bahwa Kampung Donor Darah bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan yang lahir dari nilai luhur masyarakat Melayu, yakni gotong royong, tolong-menolong, dan kepedulian terhadap sesama.
“Kampung Donor Darah bukan hanya program, tetapi gerakan kemanusiaan. Ketika ada yang membutuhkan darah, masyarakat sudah siap membantu tanpa menunggu dan tanpa pamrih,” kata Bupati Bintan.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bintan menyambut baik dan mendukung penuh inovasi PMI Kabupaten Bintan tersebut.
Menurutnya, daerah yang kuat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kepedulian dan solidaritas sosial masyarakatnya.
Melalui kegiatan senam bersama yang dilaksanakan sebelum acara utama, masyarakat diajak untuk membangun pola hidup sehat sekaligus diberikan pemahaman mengenai pentingnya donor darah. Sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa donor darah aman, menyehatkan, serta memiliki nilai ibadah dan kemanusiaan.
“Hari ini kita tidak hanya membentuk Kampung Donor Darah, tetapi juga membangun budaya donor darah. Budaya untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan saling menyelamatkan,” tambah Bupati.
Di tempat yang sama, Ketua PMI Kabupaten Bintan Hafizha Rahmadhani menyampaikan bahwa pembentukan Kampung Donor Darah merupakan bentuk inovasi PMI dalam menjawab tantangan ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan darah bersifat terus-menerus, sementara stok darah sering kali belum mencukupi ketika dibutuhkan secara mendesak.
“Darah tidak dapat dibuat dan tidak dapat dibeli. Darah hanya bisa diperoleh dari kerelaan dan kepedulian sesama manusia. Karena itu, PMI Kabupaten Bintan berinovasi dengan membentuk Kampung Donor Darah agar masyarakat siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujar Ketua PMI Kabupaten Bintan.
Sebelumnya, kata dia, Kampung Donor Darah telah dibentuk di Desa Sri Bintan pada tahun 2025, dan dengan dikukuhkannya Kampung Donor Darah Desa Toapaya Selatan, maka sudah dua desa di Kabupaten Bintan yang secara aktif berkontribusi dalam gerakan kemanusiaan melalui donor darah berbasis masyarakat.
Ia menambahkan bahwa Kampung Donor Darah bertujuan membangun budaya donor darah yang rutin, sukarela, dan berkelanjutan dimulai dari tingkat desa.
Menurutnya, Desa Toapaya Selatan memiliki potensi besar karena masyarakatnya kompak, aktif, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong.
“Keberhasilan Kampung Donor Darah sangat ditentukan oleh dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif warga. Kami berharap akan terbentuk pendonor tetap yang terdata dengan baik, sehingga ketika kebutuhan darah meningkat, masyarakat sudah siap dan tidak tergesa-gesa,” tutupnya. (Bar)
Editor : Patar


Posting Komentar