![]() |
| Davit Segara. (ist) |
BY : DAVIT SEGARA ( Wartawan Utama Dewan Pers)
( PERSPEKTIF): Banyak kalangan masyarakat menilai kinerja H. Riyanto Pamungkas sebagai Bupati Pringsewu sejauh ini sudah berjalan baik. Arah kepemimpinan terlihat jelas, komunikasi dengan publik terbuka, dan upaya pembenahan tata kelola pemerintahan mulai dirasakan. Harapan akan perubahan nyata pun tumbuh. Namun demikian, keberhasilan seorang Bupati tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat pimpinan, melainkan oleh kinerja aparat di bawahnya yang menjalankan pekerjaan di lapangan.
Di sisi lain, persoalan infrastruktur kembali mencuat dan menjadi perhatian publik, khususnya pada pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pringsewu. Sejumlah ruas jalan yang baru selesai dibangun dilaporkan mengalami kerusakan cepat. Aspal terkelupas, jalan berlubang, bahkan dalam beberapa titik kerusakan muncul dalam waktu sekitar satu bulan sejak pekerjaan rampung. Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius terkait mutu pekerjaan dan tanggung jawab pelaksana.
Perhatian masyarakat semakin menguat setelah munculnya kebocoran pada SPAM air bersih di Pekon Podosari, yang diketahui baru terjadi beberapa hari terakhir. Meski tergolong kejadian baru, kebocoran ini langsung berdampak pada layanan air bersih bagi warga dan memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas pengerjaan proyek. Di saat bersamaan, ruas jalan Simpang Lima Tugu Sari Nongko hingga Jalan Podomoro yang belum lama diperbaiki juga kembali menunjukkan kerusakan, memperkuat kesan bahwa persoalan kualitas pekerjaan belum sepenuhnya teratasi.
Perlu ditegaskan bahwa situasi ini bukan sepenuhnya cerminan kinerja Bupati. Banyak masyarakat justru masih yakin bahwa arah kepemimpinan H. Riyanto Pamungkas sudah berada di jalur yang benar. Namun, jika permasalahan di tingkat dinas teknis terus berulang dan tidak segera dibenahi, maka kinerja pimpinan daerah berisiko ikut terdampak di mata publik. Masalah baru yang muncul, jika tidak ditangani cepat, dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Oleh karena itu, langkah evaluasi menyeluruh di tubuh Dinas PUPR menjadi penting dan mendesak. Bupati perlu memastikan bahwa seluruh jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan benar-benar bekerja sesuai tanggung jawabnya. Evaluasi ini diharapkan tidak berhenti pada klarifikasi, tetapi berujung pada perbaikan nyata agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Masyarakat masih menyimpan keyakinan bahwa Bupati Pringsewu mampu mengendalikan dan menyelesaikan persoalan ini dengan tegas dan adil. Momentum ini justru dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kepercayaan publik, dengan memastikan bahwa setiap proyek yang dibiayai uang rakyat dikerjakan dengan kualitas yang layak dan dapat dipertanggungjawabkan


Posting Komentar