-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Jumat, Januari 09, 2026 A+ A- Print Email
Wagub Nyanyang menyampaikan sambutannya saat menanam cabai perdana bersama HKTI Kepri di Galang Baru, Kamis (8/1) (Foto : Ist/Realitamedia.com) 

By Parulian

BATAM, Realitamedia.com – Untuk menguatkan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepri melakukan penanaman bibit cabai hijau dan cabai merah perdana, pada Kamis (8/1/2026) di Pantai Halona, Galang Baru, Batam.

Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengikuti kegiatan penanaman cabai tersebut.

Hadir juga, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (KP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, Pengurus dan Anggota DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau dan tamu undangan lainnya.  

Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia serta seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. 

Wagub Nyanyang menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk terus mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau senantiasa mendukung berbagai upaya pembangunan daerah, terutama yang berkaitan dengan pertanian dan ketahanan pangan,” kata Nyanyang.

Menurutnya, kegiatan penanaman cabai ini sejalan dengan visi HKTI, yaitu mewujudkan petani Indonesia yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing global melalui transformasi pertanian modern dan berkelanjutan.

Ia menilai agenda tersebut merupakan langkah konkret dalam mendukung pemberdayaan petani, modernisasi pertanian, serta perjuangan hak-hak petani.

Ia menekankan bahwa petani memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Keberhasilan sektor pertanian, lanjutnya, sangat berpengaruh terhadap kemandirian dan kecukupan pangan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan terlibat aktif dalam berbagai aktivitas pertanian demi terwujudnya ketahanan pangan di Kepulauan Riau,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nyanyang memaparkan data kebutuhan cabai di Kepulauan Riau berdasarkan Laporan Akhir Neraca Bahan Makanan Tahun 2025. Produksi lokal cabai besar tercatat sebesar 4.508 ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai 12.074 ton per tahun. Dengan demikian, Kepulauan Riau baru mampu memenuhi sekitar 37,38 persen kebutuhan cabai besar per bulan.

Sementara itu, untuk komoditas cabai rawit, kebutuhan mencapai 7.236 ton per tahun atau sekitar 641 ton per bulan. Namun, produksi lokal hanya mencapai 1.488 ton per tahun atau sekitar 124 ton per bulan, sehingga tingkat pemenuhan kebutuhan baru sekitar 19,34 persen.

“Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan dan kemampuan produksi. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk terus mengembangkan sektor pertanian di Kepulauan Riau,” jelasnya.

Menurut Nyanyang, tantangan seperti perubahan iklim dan keterbatasan lahan perlu dijawab dengan solusi yang adaptif dan efisien. Beberapa pendekatan yang dapat diterapkan antara lain modernisasi pertanian, mekanisasi, digitalisasi, serta pengembangan urban farming.

“ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri terus memberikan dukungan melalui berbagai program, di antaranya pengembangan pertanian lahan kering, diversifikasi tanaman, serta penguatan dukungan dan kemitraan yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun,” katanya.

Wagub Nyanyang berharap kegiatan penanaman cabai perdana ini dapat menjadi langkah awal yang memberikan dampak positif bagi sektor pertanian daerah.

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik, menghasilkan panen yang berlimpah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya bagi HKTI Provinsi Kepulauan Riau,” pungkasnya.  (ian)

Editor : Patar


Posting Komentar