Ads (728x90)


LINGGA, Realitamedia com
- jelang perayaan hari raya idul adha,Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan melaksanakan inspeksi dengan pemantauan dan pemeriksaan hewan Qurban di mesjid - mesjid dan surau kelompok/organisasi Masyarakat yang melaksanakan Qurban yang ada di wilayah Kabupaten Lingga, Senin (19/7/2021). 

"Pemeriksaan Ante Mortem dilaksanakan sebulum hewan Qurban dilakukan penyembelihan.Mulai dari pengawasan/pemeriksaan di tempat - tempat penampungan/penjualan hewan Qurban,petani-petani,pendistribusi hewan Qurban dan di surau-surau/Mesjid-Mesjid sampai dengan hari H penyembelihan sampai dengan hari ke 3 Idul Adha, ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh.Teuku Taufik Ardiansyah

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh.Teuku Taufik Ardiansyah mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan dua metode,yaitu metode Ante Mortem(sebelum penyembelihan) dan pemeriksaan post Mortem(setelah penyembelihan) serta pengawasan dan pemeriksaan hewan ternak/hewan Qurban yang masuk dari luar wilayah Kabupaten Lingga, ucapnya. 

"Pemeriksaan Ante Mortem ini dilaksanakan dengan cara melakukan pengamatan dan pemeriksaan organ/jaringan secara patologis maupun sampling dari hasil penyembelihan dan hasil ikutannya,untuk memastikan hiegines serta sanitasi areal kerja,tempat pemotongan dan alat kerja, katanya 

Drh.Teuku Taufik Ardiansyah menjelaskan dari hasil pemantauan  yang  dilaksanakan,sampai dengan hari ini terdapat sebanyak 328 ekor sapi 213 ekor kambing dan jumlah tersebut masih bisa bertambah jumlahnya karena masih terus dilakukan pengawasan dan pemantauan.

"Data surau dan mesjid yang tersebar di seluruh Kabupaten Lingga,terdapat sebanyak 195 buah mesjid/surau,namun belum bisa di pastikan apakah setiap mesjid dan surau tersebut ada penyelenggaraan pemotongan hewan Qurban pada tahun ini, tuturnya. 

Selain itu, dengan keterbatasan jarak dan petugas yang ada, kata dia, DPKP hanya bisa melakukan koordinasi melalui komunikasi untuk pendataan. Dan ini semua bermuara kepada data ketersediaan serta kebutuhan ataupun stock hewan Qurban yang ada di Kabupaten Lingga, jelasnya. 

"Selanjutnya data tersebut akan disampaikan ke Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau, sambungnya. 

Lebih lanjut, Teuku menambahkan. Hal tersebut juga dilaporkan secara online kepusat Data dan Informasi Kementrian Pertanian secara nasional untuk data pemotongan hewan Qurban secara nasional melalui l-SIKHNAS (Informasi Sistem Kesehatan Hewan Nasional)yang dikelola oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, paparnya. 

Teuku menuturkan dari hasil pemantauan,diketahui terdapat 68 ekor sapi dan 178 ekor kambing yang masuk dari daratan sumatera melalui Jambi,untuk sapi ada sekitar 20% Dan kambing hampir 90% dari luar.

Selanjutnya untuk pemeriksaan post mortem akan dimulai pada hari pertama pemotongan sampai hari ke-3 pelaksanaan qurban.

"Syukur alhamdulilah untuk wilayah kabupaten Lingga dan kepri secara umum masih dinyatakan terbebas dari penyebaran PHMS-Z (penyakit hewan menular strategis-zoonosis) serta dari hasil pemantauan dan pemeriksaan ante mortem juga secara klinis tidak ada ditemukan gejala yang mengarah ke sana" ujar Taufik ardiansyah 

Ia juga menghimbau kepada seluruh pengurus mesjid/surau atau masyarakat yang terlibat dalam proses penyembelihan hewan qurban di lapangan nantinya sesuai dengan surat edaran kementrian pertanian no.0008/SE/PK 320/06/2020 tentang pelaksanaan kegiatan qurban dalam situasi wabah bencana non alam carona virus desease (Covid-19) harus tetap mematuhi protokol kesehatan, pungkasnya. (Eni)