-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Sabtu, Februari 21, 2026 A+ A- Print Email

Surya Paloh soal Usulan Koalisi Permanen: Boleh Dipertimbangkan, Tak Masalah
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (Foto: Mulia/detikcom)


Editor By : Patar

JAKARTA, Realitamedia.com  -  Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menanggapi usulan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia terkait koalisi permanen. Paloh mengaku tak masalah dengan usulan tersebut.

"Koalisi permanen boleh aja dipertimbangkan. Nggak ada masalah, tetapi belum kita putuskan kan. Dipertimbangkan bagus," ujar Surya Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, dikutip detik.com, Sabtu (21/2/2026)

Paloh mengatakan NasDem belum memutuskan terkait koalisi permanen tersebut. Namun, dia menekankan jika tujuan utama yang harus dicapai ialah kemajuan dalam berbangsa dan bernegara.

"Sekali lagi, esensi yang paling utama goal besar kita apa? Jawabannya sederhana, kemajuan kita dalam berbangsa dan bernegara. Siapa saja? Semua kita," ujarnya.

Dia mengatakan pengkotakan berdasarkan suku, agama, atau status sosial harus diabaikan demi persatuan. Menurutnya, jika persatuan gagal dicapai, maka itu sebagai tanda kemunduran.

"Ketika kita bicara semua kita, maka pengkotakan yang terjadi karena baik itu perbedaan suku, agama, ya, latar belakang status sosial dan sebagainya, itu harusnya kita nomor duakan. Kalau kita tidak bisa hilangkan sama sekali. Yang paling ideal itu jangan lagi berpikir ke arah sana. Nah nalar berpikir seperti ini," ujar Paloh.

"Bukan hanya sekedar kita menghujat kanan, menghujat kiri, menyatakan kita yang paling hebat, orang lain paling jelek. Nah itu tandanya bukan kita maju, kita mundur ke belakang jauh," tambahnya.

Paloh mengatakan pendiri bangsa akan sedih jika Indonesia justru mengalami kemunduran. Menurutnya, terlalu banyak energi yang dikeluarkan untuk menyalahkan satu sama lain.

"Ya para pendiri bangsa ini, para senior-senior tokoh bangsa ini semua akan bersedih hati. Mereka kecewa. Karena kita sebagai generasi yang telah berikutnya dari tahapan-tahapan yang mereka laluin, bukan semakin hebat itu artinya," ujar Paloh.

"Mereka tentu para senior kita menginginkan kita ini lebih hebat. Sama dengan kita juga mengharapkan anak cucu kita lebih hebat dari kita. Nah inilah semestinya menjadi concern kita bersama. Bangsa ini butuh sentuhan itu. Kita terlalu banyak membuang energi yang percuma karena menyalahkan satu sama lain," imbuhnya.

Lebih lanjut, Paloh mengatakan bulan Ramadan seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin. Khususnya, digunakan untuk evaluasi dan introspeksi diri.

"Nah ini saatnya di bulan suci Ramadan ini ada evaluasi, ada introspeksi diri. Tidak mudah untuk judgment kesalahan orang lain, tapi medit sekali untuk menyalahkan diri kita sendiri," ujarnya.


Sebelumnya, wacana koalisi permanen mulanya disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Wacana tersebut juga menjadi salah satu poin yang disepakati dalam Rapimnas Golkar.

"Partai Golkar mendorong transformasi pola kerja sama politik dari sekadar koalisi elektoral yang bersifat taktis menuju pembentukan Koalisi Permanen yang ideologis dan strategis, berbasis pada kesamaan platform dan agenda kebijakan," kata Ketum Golkar Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis, Minggu (21/12).

Bahlil menjelaskan alasan pembentukan koalisi permanen, yakni untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional dalam jangka panjang. Golkar ingin ada stabilitas politik selama proses pemerintahan berjalan.

"Koalisi Permanen ini tidak hanya dibangun untuk memenangkan kontestasi pemilihan presiden, tetapi dilembagakan sebagai bentuk kerja sama politik yang mengikat di parlemen dan pemerintahan," ujar Bahlil.


Sumber : detik.com



Posting Komentar