![]() |
| Pertemuan perdana Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP/SAUL LOEB/detik.com) |
Editor By : Patar
JAKARTA, Realitamedia.com - Kelompok Hamas buka suara mengenai pasukan
penjaga perdamaian internasional di Gaza. Juru bicara Hamas, Hazem
Qassem, mengatakan bahwa mereka menyambut Pasukan Stabilisasi
Internasional (ISF) yang baru dibentuk tersebut, tetapi menolak campur
tangan apa pun dalam "urusan internal" wilayah Gaza.
Pada
pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" bentukan Presiden AS Donald Trump
di Washington pada hari Kamis lalu, diumumkan bahwa sejumlah negara,
termasuk Indonesia, akan mengirimkan pasukan untuk ISF. Indonesia bahkan
ditunjuk sebagai wakil komandan ISF.
"Posisi kami mengenai pasukan internasional sudah jelas," kata juru bicara Hamas, Qassem, dilansir AFP, Sabtu (21/2/2026).
"Kami
menginginkan pasukan penjaga perdamaian yang memantau gencatan senjata,
memastikan pelaksanaannya, dan bertindak sebagai penyangga antara
tentara pendudukan dan rakyat kami di Jalur Gaza, tanpa mencampuri
urusan internal Gaza," imbuhnya kepada AFP.
ISF bertujuan untuk
memiliki 20.000 tentara, serta pasukan polisi baru. Indonesia telah
menyatakan siap mengirimkan hingga 8.000 tentara.
Nickolay
Mladenov, yang ditunjuk sebagai perwakilan tinggi untuk Gaza oleh
Amerika Serikat, mengumumkan pada pertemuan Dewan Perdamaian tentang
dimulainya perekrutan untuk pasukan polisi pasca-Hamas di Gaza.
"Melatih
pasukan polisi Palestina dalam kerangka nasional mereka bukanlah
masalah jika tujuannya adalah untuk menjaga keamanan internal di Jalur
Gaza dan menghadapi kekacauan yang ingin diciptakan oleh pendudukan dan
milisinya," tambah Qassem.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan
Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan
Indonesia siap mengerahkan hingga 1.000 prajurit ke Gaza pada April, dan
jumlah itu bisa meningkat menjadi 8.000 pada akhir Juni tahun ini.
Indonesia
menjadi negara pertama yang terbuka menyatakan kesediaan mengirim
pasukan ke Gaza. Jika benar terealisasi, jumlah tersebut akan menjadi
salah satu kontribusi terbesar dalam sebuah misi penjaga perdamaian di
dunia. Namun, penempatan pasukan masih menunggu persetujuan akhir dari
Presiden Prabowo.
Selain Indonesia, Trump mengatakan
negara-negara yang telah berkomitmen untuk menyediakan pasukan termasuk
Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.
Sumber : detik.com


Posting Komentar