-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Sabtu, Februari 21, 2026 A+ A- Print Email

 

Kata Hamas soal ISF yang Indonesia Jadi Wakil Komandannya
Pertemuan perdana Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP/SAUL LOEB/detik.com)

Editor By : Patar

JAKARTA, Realitamedia.com 
-  Kelompok Hamas buka suara mengenai pasukan penjaga perdamaian internasional di Gaza. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan bahwa mereka menyambut Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang baru dibentuk tersebut, tetapi menolak campur tangan apa pun dalam "urusan internal" wilayah Gaza.

Pada pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" bentukan Presiden AS Donald Trump di Washington pada hari Kamis lalu, diumumkan bahwa sejumlah negara, termasuk Indonesia, akan mengirimkan pasukan untuk ISF. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai wakil komandan ISF.

"Posisi kami mengenai pasukan internasional sudah jelas," kata juru bicara Hamas, Qassem, dilansir AFP, Sabtu (21/2/2026).

"Kami menginginkan pasukan penjaga perdamaian yang memantau gencatan senjata, memastikan pelaksanaannya, dan bertindak sebagai penyangga antara tentara pendudukan dan rakyat kami di Jalur Gaza, tanpa mencampuri urusan internal Gaza," imbuhnya kepada AFP.

ISF bertujuan untuk memiliki 20.000 tentara, serta pasukan polisi baru. Indonesia telah menyatakan siap mengirimkan hingga 8.000 tentara.

Nickolay Mladenov, yang ditunjuk sebagai perwakilan tinggi untuk Gaza oleh Amerika Serikat, mengumumkan pada pertemuan Dewan Perdamaian tentang dimulainya perekrutan untuk pasukan polisi pasca-Hamas di Gaza.

"Melatih pasukan polisi Palestina dalam kerangka nasional mereka bukanlah masalah jika tujuannya adalah untuk menjaga keamanan internal di Jalur Gaza dan menghadapi kekacauan yang ingin diciptakan oleh pendudukan dan milisinya," tambah Qassem.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan Indonesia siap mengerahkan hingga 1.000 prajurit ke Gaza pada April, dan jumlah itu bisa meningkat menjadi 8.000 pada akhir Juni tahun ini.

Indonesia menjadi negara pertama yang terbuka menyatakan kesediaan mengirim pasukan ke Gaza. Jika benar terealisasi, jumlah tersebut akan menjadi salah satu kontribusi terbesar dalam sebuah misi penjaga perdamaian di dunia. Namun, penempatan pasukan masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden Prabowo.

Selain Indonesia, Trump mengatakan negara-negara yang telah berkomitmen untuk menyediakan pasukan termasuk Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.


Sumber : detik.com 




Posting Komentar