-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Rabu, Februari 18, 2026 A+ A- Print Email

Ini Alasan Pelindo Terkait Kenaikan Boarding Pass untuk WNA Sebesar Rp 125 Ribu
General Manager PT Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama (Foto : James/Realitamedia.com)

By James 

KARIMUN, Realitamedia.com –  Sejak 10 Februari 2026 lalu, PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Tanjung Balai Karimun telah menetapkan tarif pas penumpang di Pelabuhan Internasional untuk warga negara asing (WNA) sebesar Rp 125 ribu,- 

General Manager PT Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, mengatakan penyesuaian tarif dilakukan karena tarif lama sudah tidak relevan dengan kebutuhan pelayanan saat ini.

"Penyesuaian harga ini dilakukan setelah melalui koordinasi dan atas petunjuk Bupati Karimun Ing H. Iskandarsyah, dan besaran tarif tersebut sudah mempertimbangkan kemampuan pasar serta perbandingan dengan pelabuhan lain,"kata Joni Hutama, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, penyesuaian tarif baru ini tergolong kompetitif jika dibandingkan dengan daerah lain. Sebagai perbandingan, Selat Panjang menerapkan tarif sebesar Rp 150 ribu,-  Tanjung Pinang sebesar Rp 100 ribu,- sementara pelabuhan luar negeri seperti Johor mematok sebesar RM 32 dan Kukup RM 50.

Joni mengatakan awalnya PT Pelindo mengajukan tarif pas penumpang sebesar Rp 150 ribu,-  tetapi atas arahan Bupati, disepakati menjadi Rp 125 ribu,-  Penyesuaian ini hanya berlaku untuk WNA saja.

“ Sedangkan untuk WNI dan terminal domestik tetap tidak ada kenaikan. Jadi, tidak berdampak langsung ke masyarakat Karimun,” ujarnya .

Ia menyebut bahwa kenaikan tarif tersebut bukan tanpa alas an dan Pelindo berkomitmen melakukan pembenahan besar-besaran untuk menjadikan pelabuhan sebagai ikon Kabupaten Karimun. Bersama BUMD.

“ Pelindo akan melengkapi fasilitas pelabuhan dengan standar bandara mulai Semester 1 tahun 2026," terangnya.

Penyesuaian tariff tersebut tidak semata-mata soal tarif, melainkan kebutuhan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan mutu pelayanan.

“Terminal penumpang akan dipercantik dengan nuansa Melayu yang kental. Fasilitas penunjang seperti air minum panas dan dingin gratis akan tersedia. Kami juga memprioritaskan perbaikan koridor, toilet, hingga rencana penambahan ponton guna mengantisipasi lonjakan penumpang,” jelas Joni.

Menurutnya penyesuaian tarif tersebut, selain untuk meningkatkan pelayanan, tujuannya juga untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karimun tanpa membebani warga lokal.

Meski demikian, Pelindo tetap membuka ruang diskusi dan akan melakukan evaluasi jika kebijakan ini berdampak pada penurunan angka kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami siap berdiskusi. Jika nantinya kenaikan ini justru mengurangi jumlah kunjungan, tentu akan kami evaluasi kembali. Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik sebagai pintu gerbang daerah,” kata Joni.

Joni yakin dengan penyesuaian tariff tersebut pelayanan di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun bisa semakin baik dan bermanfaat bagi seluruh pengguna jasa. (Jam)

Editor : Patar

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar