-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Senin, Maret 02, 2026 A+ A- Print Email


Apple Store yang berlokasi di The Dubai Mall, dekat dekat gedung pencakar langit Burj Khalifa yang terkenal dan kerap menjadi salah satu spot turis asing(Apple)

Editor By : Patar

JAKARTA, Realitamedia.com
  - Apple menutup sementara seluruh toko Apple Store di Uni Emirat Arab (UEA), termasuk kantor korporat di negara itu, menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. 

Kelima gerai retail Apple yang ditutup mencakup tiga lokasi di Abu Dhabi dan dua di Dubai, sebagaimana tercatat di situs resmi perusahaan dan pemberitahuan di lokasi toko Merujuk pada situs resmi Apple Store, terdapat perubahan jadwal operasionalisasi toko selama satu minggu ke depan untuk periode 1-7 Maret 2026. Kelima toko tersebut juga akan ditutup setidaknya tiga hari, yakin dari tanggal 1-3 Maret.

Lalu, toko akan kembali beroperasi secara normal pada 4 Maret mulai dari pukul 12:00 hingga 23:59 waktu setempat, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Mac Rumors.

Salah satu Apple Store yang ditutup juga berada di The Dubai Mall, lokasinya berada di dekat gedung pencakar langit Burj Khalifa yang terkenal, dan kerap menjadi salah satu spot turis. Di depan toko tertulis pengumuman ada penutupan sementara “sampai pemberitahuan lebih lanjut”. Adapun keempat toko lainnya berlokasi di Mall of the Emirates di Dubai, Yas Mall, Al Jimi Mall, dan Al Maryah di Abu Dhabi.

Keputusan penutupan Apple Store ini sejalan dengan rekomendasi dari pemerintah UEA, khususnya Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi, yang meminta perusahaan sektor swasta mengambil langkah menghindari presensi karyawan di area terbuka. 

“Lembaga-lembaga sekto swasta di negara ini (UEA diminta) mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadiri kehadiran karyawan di area terbuka," tulis pemerintah UEA di X Twitter pada Minggu (1/4/2026) waktu setempat. 

"Kecuali untuk peran vital dan mementingkan kehadiran fisik, serta (dianjurkan) menerapkan pengaturan kerja jarak jauh bila memungkinkan,” lanjut imbauan tersebut. 

Demi menjaga keamanan, kementerian UEA juga meminta selutuh lembaga di sektor swasta lokal untuk memperoleh dan mengikuti informasi terkini tentang perkembangan isu yang terjadi, baik di tingkat federal maupun lokal.

Sementara itu, menurut sumber internal dari Apple, keputusan penutupan sejumlah Apple Store di UEA memang ditujukan untuk situasi keamanan. Penutupan toko dilakukan karena imbas dari meningkatnya konflik di Timur Tengah, ditambah adanya serangan AS dan Isral terhadap Iran yang baru-baru ini terjadi.

Perang AS-Israel dan Iran

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran, dalam operasi militer gabungan yang disebut sebagai operasi "Epic Fury” pada Sabtu (28/2/2026). Serangan terjadi di tengah negosiasi terkait program nuklir dan rudal balistik Iran, setelah berminggu-minggu ancaman yang meningkat dari Washington.

Tak lama kemudian, pasukan Iran juga meluncurkan rudal ke sejumlah lokasi yang terkait dengan operasi militer AS di kawasan, termasuk pangkalan Al Udeid di Qatar, pangkalan Al-Salem di Kuwait, pangkalan Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, dan markas armada kelima AS di Bahrain Ledakan juga terdengar di Riyadh, Arab Saudi, dan pangkalan AS di Yordania dilaporkan menjadi sasaran.

Situasi memanas yang terjadi juga memicu reaksi dari beberapa pemimpin dan pejabat penting dari berbagai belahan dunia. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, mengatakan negosiasi aktif dan serius yang dimediasi negaranya “sekali lagi dirusak” dan mendesak AS “tidak terseret lebih jauh”. 

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menggambarkan situasi sebagai “berbahaya” dan menyerukan perlindungan warga sipil serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron memperingatkan bahwa konflik ini membawa “konsekuensi serius bagi perdamaian dan keamanan internasional” dan menegaskan, “Eskalasi saat ini berbahaya bagi semua orang. Ini harus dihentikan.” Di Rusia, Wakil Ketua Dewan Keamanan, Dimitry Medvedev mengkritik Trump dan menuduh Washington menggunakan negosiasi sebagai “kedok operasi”.

Sementara itu, Inggris menyatakan, Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir dan siap mempertahankan kepentingannya. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney mengatakan, negaranya mendukung upaya AS untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan terus mengancam perdamaian internasional.

Sumber : Okezone.com

Posting Komentar