-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Rabu, Maret 25, 2026 A+ A- Print Email

Pemkab Bintan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan
Bupati Roby saat memimpin Rakor di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan.Rabu (25/03) (Foto : Baringin/Realitamedia.com)


By Baringin

BINTAN, Realitamedia.com – Pemerintah Kabupaten Bintan menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan di Kabupaten Bintan tahun 2026. 

Langkah strategis ini diambil menyusul lonjakan titik api yang cukup signifikan pada awal tahun, dimana ratusan hektar lahan terbakar dalam periode Januari hingga Maret dan diperparah kondisi dua pekan terakhir.

Demikian disampaikan Bupati Bintan Roby Kurniawan saar memimpin Rapat Koordiansi (Rakor) bersama FKPD, jajaran OPD, BMKG, PDAM hingga Camat se-Bintan, pada Rabu (25/03) di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan.

"Berangkat dari semua data yang berasal dari kondisi nyata di lapangan, kita berkumpul hari ini untuk sama-sama kita tetapkan status Tanggap Darurat Bencana terkait karhutla dan kekeringan di Kabupaten Bintan," regasnya.

Data yang terungkap dalam Rakor tersebut menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 317 titik api tercatat sepanjang Januari-Maret 2026 dengan luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 251 hektare.

Empat wilayah sebagai penyumbang luasan terbesar yakni Kecamatan Bintan Timur sebanyak 81 titk api, Kecamatan Toapaya sebanyak 68 titik api, Kecamatan Gunung Kijang tercatat 64 titik api dan Kecamatan Bintan Utara sebanyak 60 titik api.

Tantangan semakin besar jika melihat kondisi dinamika atmosfer terkini ditambah prediksi curah hujan dan prospek cuaca yang terus dipantau oleh BMKG. Bintan memiliki kerawanan tinggi karena luasnya lahan yang sebagian besarnya gambut serta faktor perubahan iklim.

Disampaikan Roby, selain penetapan dan kolaborasi lintas sektoral, ia meminta semua pihak untuk mengedepankan upaya pencegahan. Menurutnya, indikasi 'tangan nakal' dalam karhutla yang terjadi belakangan ini cukup kuat.

"Siapa saja yang melihat atau mengetahui tindakan pembakaran, jangan ragu dan takut untuk segera melaporkan. Ini tanggung jawab kita bersama dan memerlukan kerja sama kita semua" tegas Roby.

Terkait kekeringan yang melanda hampir di seluruh Kecamatan, PDAM Tirta Kepri yang mengelola 4 waduk di lokasi yang berbeda melaporkan kekeringan yang cukup ekstrem. Pihaknya masih berusaha untuk melakukan pembukaan tali air guna mengisi waduk yang menjadi sumber baku SPAM.

Lewat penetapan status Tanggap Darurat Bencana, terhitung hari ini hingga 14 hari ke depan, Pemerintah Kabupaten Bintan bersama seluruh instansi terkait akan melalukan tindakan-tindakan strategis baik mengenai karhutla maupun kekeringan. (Bar)

Editor : Patar

Posting Komentar