-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Senin, Maret 23, 2026 A+ A- Print Email

Foto: Donald Trump (REUTERS/Kenny Holston)


Editor By : Patar

JAKARTA, Realitamedia.com -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim tengah berdiskusi dengan pemimpin Iran, tapi bukan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Trump menyebut jika pembicaraan dengan para pemimpin Iran itu gagal, maka AS akan terus membombardir IRan.

Dilansir AFP, Senin (23/3/2026), Trump mengatakan pada hari Senin bahwa "perubahan rezim" secara efektif sedang berlangsung di Iran. Ia memperingatkan bahwa jika pembicaraan dengan tokoh-tokoh Iran yang dihubungi oleh Amerika Serikat tidak berhasil, maka pengeboman akan terus berlanjut.

Trump menjelaskan bahwa pembicaraan tersebut bukan dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, tetapi dengan orang-orang yang ia gambarkan sebagai "sangat masuk akal," sementara begitu banyak pejabat tinggi telah tewas dalam konflik tersebut sehingga "secara otomatis terjadi perubahan rezim."

"Jika pembicaraan gagal, kita akan terus membom habis-habisan," ujar Trump.

Kemudian, Trump juga mengatakan pada hari Senin bahwa ada "poin-poin kesepakatan utama" dalam pembicaraan AS-Iran yang menurutnya harus menghasilkan penghentian ambisi nuklir dan persediaan uranium yang diperkaya oleh Teheran.

Trump mengatakan pembicaraan tersebut-yang disangkal Iran sedang berlangsung-dilakukan dengan "orang penting" tetapi bukan pemimpin tertinggi negara itu.

"Kami telah menyingkirkan kepemimpinan fase satu, fase dua, dan sebagian besar fase tiga. Tetapi kami berurusan dengan orang yang saya yakini paling dihormati dan pemimpinnya," kata Trump kepada wartawan.

"Kami tidak menginginkan pengayaan, tetapi kami juga menginginkan uranium yang diperkaya," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Donald Trump mengatakan negaranya dan Iran telah mengadakan percakapan produktif selama akhir pekan. Trump akan menunda serangan militer terhadap pembangkit listrik dan situs energi Iran selama lima hari.

Dilansir CNN, Senin (23/3/2026), menulis dengan huruf kapital semua di Truth Social, Trump mengatakan ia membuat keputusan untuk menunda serangan yang diancamkan berdasarkan "nada dan isi" diskusi tersebut.

"Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah mengadakan, selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total atas permusuhan kita di Timur Tengah," kata Trump.


Sumber : detik.com


Posting Komentar