-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Kamis, Maret 19, 2026 A+ A- Print Email

Bupati Karimun Ing Iskandarsyah menyampaikan sambutannya saat membuka Festival Lampu Colok Tujuh Likur di Kel. Sawang KM 8, Kecamatan Kundur. Selasa (17/3/2026) (Foto : James/Realitamedia.com)

By James 

KARIMUN, Realitamedia.com
- Bupati Karimun Ing Iskandarsyah membuka Festival Lampu Colok Tujuh Likur, pada Selasa (17/3/2026) di Kel. Sawang KM 8, Kecamatan Kundur.

“ Alhamdulillah tradisi lama kembali bersinar, saya telah meresmikan Festival Lampu Colok dalam rangka menyambut malam Tujuh Likur Ramadan 1447 Hijriah," katanya. 

Bupati Iskandarsyah mengatakan tradisi lampu colok merupakan warisan budaya masyarakat Melayu yang sudah ada sejak lama. Dahulu, lampu colok menggunakan lampu pelita sebagai alat penerangan sebelum listrik tersedia secara luas.

“ Untuk menjaga keberlanjutan tradisi tersebut, pemerintah daerah mengemasnya dalam bentuk festival yang melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai desa dan kelurahan,” kata Bupati Iskandarsyah.

Festival tahun ini, kata dia, menghadirkan dua kategori perlombaan, yakni lampu colok tradisional dan lampu hias yang menampilkan kreativitas masyarakat dalam menghias lampu bernuansa Islami.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreatifitas masyarakat, pemerintah daerah juga menyiapkan total hadiah hingga Rp 200 juta untuk berbagai kategori perlombaan, termasuk lampu colok dan kereta hias yang akan memeriahkan rangkaian perayaan Idul Fitri di Karimun.

"Tradisi lampu colok ini sudah ada sejak zaman dulu ketika masyarakat menggunakan lampu pelita sebagai penerangan. Tradisi ini kemudian terus dilestarikan hingga sekarang," kata Iskandarsyah. (Jam)

Editor : Patar

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar