-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Minggu, September 27, 2026 A+ A- Print Email

Bupati Iskandarsyah bersama warga saat mengikuti Gerakan Wisata Bersih, Minggu (27/9/2026) (Foto : James/Realitamedia.com).

By James 

KARIMUN, Realitamedia.com – Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah secara resmi membuka dan mengikuti Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Minggu (27/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan aksi nyata pelestarian lingkungan yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun dalam rangka memperingati World Tourism Day (Hari Pariwisata Sedunia) Tahun 2026.

Aksi peduli lingkungan ini melibatkan sinergi dari berbagai elemen, mulai dari perwakilan instansi pemerintah, pelajar, hingga 150 Tourism Volunteers (Relawan Pariwisata). 

Gerakan ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan kawasan pesisir guna mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di Kabupaten Karimun.

Bupati Iskandarsyah dalam sambutannya mengatakan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Beliau secara khusus menyoroti ancaman serius dari pencemaran sampah plastik yang berdampak buruk pada kelestarian ekosistem laut.

"Masalah sampah jika tidak kita kelola dengan baik akan menjadi musibah dan bencana. Indonesia diperkirakan menghasilkan jutaan ton sampah yang bermuara ke laut. Karena wilayah kita dominan laut, kita harus betul-betul menjaga kebersihan. Laut adalah rumah kita," kata Bupati Iskandarsyah.

Guna merealisasikan visi pariwisata yang bersih dan berkelanjutan, Bupati menginstruksikan tiga langkah strategis kepada jajaran terkait dan masyarakat:

  1. Penataan Kawasan Pesisir dan Pantai: Penekanan pada kepatuhan aturan jarak sempadan pantai (pembatasan pembangunan minimal 100 meter hingga 1 kilometer dari garis pantai). Hal ini penting untuk menjaga tata ruang dan memastikan pantai tetap menjadi ruang publik milik bersama yang lestari.
  2. Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas (RT/RW): Mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu, yakni di tingkat RT/RW. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi volume beban sampah di hilir sekaligus menekan dampak lingkungan.
  3. Inovasi Daur Ulang dan Ekonomi Sirkular: Mengajak para pelajar dan generasi muda untuk kreatif mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna dan ekonomis, seperti bahan bakar alternatif, paving block, hingga pupuk kompos cair.

Dipenghujung sambutannya, Bupati Iskandarsyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif mulai dari lingkup terkecil.

"Mari kita mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan rumah kita. Tetap semangat menjaga kebersihan lingkungan," tutupnya. (Jam)

Editor : Patar

Posting Komentar