PRINGSEWU, Realitamedia.com – Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Pringsewu mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas SDM PKH 2026. Kegiatan digelar di Aula Utama Pemkab Pringsewu, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Ketua Tim PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi, Kepala Dinas Kominfo Pringsewu Moudy Ary Nazolla, Kabid Perindustrian Diskopdagprin Rika, serta Tenaga Ahli Umar Abdul Aziz.
Dalam sambutannya, Riyanto mengatakan pelaksanaan PKH pada 2026 tidak lagi hanya berorientasi pada penyaluran bantuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat.
Menurutnya, pendamping PKH perlu mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar mampu meningkatkan kondisi ekonomi hingga mencapai graduasi secara mandiri.
“Oleh karena itu, saya menitipkan tiga hal. Pertama, akurasi data dan literasi digital di tengah era keterbukaan informasi. Para pendamping PKH Kemensos RI wajib memastikan pemutakhiran DTSEN dilakukan secara objektif, transparan dan akurat demi meminimalkan salah sasaran bantuan,” kata Riyanto.
Hal kedua, lanjut dia, pendamping PKH harus memperkuat pemberdayaan dan kemandirian KPM.
Pendamping diminta tidak hanya terpaku pada urusan administratif, tetapi juga menggali potensi ekonomi KPM serta membangun sinergi dengan program UMKM daerah, dinas tenaga kerja hingga dukungan permodalan usaha.
“Jangan terjebak pada hal administratif, namun menggali potensi ekonomi KPM, menyinergikan dengan program UMKM daerah, dinas tenaga kerja, atau bantuan modal usaha agar bisa mandiri dan terlepas dari bantuan,” ujarnya.
Ketiga, Riyanto meminta pendamping PKH ikut melakukan pengawalan terpadu terhadap upaya penurunan stunting.
“Saya meminta pendamping PKH Kemensos RI terus mengedukasi KPM dalam Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga mengenai pemenuhan gizi anak dan ibu hamil demi mendukung target daerah mencetak generasi emas,” katanya.
Riyanto menyebut PKH telah memasuki tahun ke-11 pelaksanaannya di Kabupaten Pringsewu. Program tersebut, kata dia, menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah daerah dalam penanganan kemiskinan.
Berdasarkan data DTSEN 2026, terdapat 73.313 kepala keluarga dengan 240.451 anggota rumah tangga. Data tersebut mencakup penerima bantuan program sembako sebanyak 32.311 KPM, PKH 18.623 KPM, serta PBI/KIS sebanyak 171.428 jiwa.
Untuk PKH hingga tahap III 2026, tercatat sebanyak 18.623 KPM. Pemerintah daerah menargetkan 1.000 KPM dapat mencapai graduasi sejahtera dan 2.000 KPM mengalami graduasi alamiah.
“Pesan terpenting dalam PKH ini adalah pentingnya kolaborasi sesama potensi dan sumber kesejahteraan sosial agar program ini berdampak langsung terhadap perubahan sikap dan perilaku masyarakat miskin,” ujar Riyanto.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sistem informasi manajemen SDM PKH secara terintegrasi.
Riyanto berharap penerapan prinsip 4T, yakni tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat administrasi, dapat diperkuat melalui sinergi seluruh instansi serta pemangku kepentingan terkait.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar penanganan kemiskinan di Kabupaten Pringsewu dapat berjalan lebih progresif dan mendukung terwujudnya Pringsewu Makmur.
“Saya berpesan bahwa tugas utama pendamping PKH Kemensos adalah membentuk karakter dan mengubah perilaku KPM agar memiliki keinginan meningkatkan kondisi ekonominya, dan jika dapat secara sukarela melakukan graduasi secara mandiri,” katanya.
“Tugas mulia ini hendaknya dilakukan dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, dan lakukan pendekatan persuasif, sesuai petunjuk teknis penyaluran bantuan sosial PKH 2026,” pungkasnya. ( Iwan. )


Posting Komentar