-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Jumat, Mei 08, 2026 A+ A- Print Email

Anggota DPD RI Dapil Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty (5 dari kanan) foto bersama dengan pelaku UMKM peserta pelatihan Teknologi AI di UNRIKA Kota Batam,Jumat (8/5) (Foto : Ikhsan/Realitamedia.com)

By Parulian
BATAM, Realitamedia.com - Anggota DPD RI Dapil Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, berkolaborasi dengan ASEAN Foundation dan Kumpul IMPACT, serta Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri  melaksanakan pelatihan Teknologi AI.

Pelatihan itu diikuti ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampus Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Kota Batam.

Pelaksanaan program "Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Adopsi Teknologi AI" ini, dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 7 Mei hingga 8 Mei 2026.
Pelatihan ini untuk memperkuat langkah transformasi digital bagi pelaku UMKM dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah di era digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi saat ditemui sejumlah awak media, mengatakan bahwa transformasi digital UMKM menjadi salah satu fokus utama Pemprov Kepri sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau.

"Pada tahun 2025, sebanyak 2.400 UMKM se-Kepri telah mendapatkan program capacity building dengan berbagai tema pengembangan usaha, dan transformasi digital menjadi salah satu program dominan. Tahun 2026 ini kami lanjutkan dengan penguatan pemanfaatan artificial intelligence bagi UMKM," kata Riki, Jumat (8/5) .

Riki mengatakan bahwa Pemprov Kepri terus mendorong inovasi program yang berkelanjutan agar UMKM mampu menjawab tantangan ekonomi global dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

"Artificial intelligence akan menjadi salah satu tema yang akan terus dimasifkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Transformasi digital bagi pelaku UMKM harus terus didampingi dan diperkuat," katanya.

Sebelum pelaksanaan pelatihan tatap muka di Batam, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri juga telah melaksanakan pelatihan AI secara virtual dengan peserta mencapai 200 orang. Program tersebut melibatkan berbagai mitra pendamping dan praktisi teknologi.

Ia menyebut bahwa kolaborasi lintas sektor akan terus diperluas untuk mendukung pengembangan transformasi digital di Kepri, termasuk bersama Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

"Transformasi digital ini akan terus kita dorong di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Tidak hanya untuk UMKM, tetapi juga menyasar berbagai sektor strategis lainnya," jelasnya.

Di tempat yang sama, anggota DPD RI, Dwi Ajeng Sekar Respaty, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha agar mampu berkembang dan bersaing.

"Pelatihan ini diharapkan dapat membantu UMKM lokal meningkatkan kapasitas usaha melalui pemanfaatan teknologi AI secara praktis dan aplikatif," ujarnya.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN), sebuah program regional yang dijalankan ASEAN Foundation bersama Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), dengan dukungan Google.org dan Asian Development Bank (ADB).

Dalam pelaksanaannya di Kepulauan Riau, kegiatan ini turut didukung UPTD PLUT KUMKM Kota Batam serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNRIKA sebagai mitra pendukung.

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan dasar mengenai pemanfaatan AI sebagai asisten digital untuk mendukung pengembangan usaha, pemasaran, hingga peningkatan efisiensi operasional bisnis.

Program ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau sebagai salah satu daerah yang aktif mendorong transformasi digital UMKM di tingkat nasional maupun kawasan ASEAN.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2026, perekonomian Provinsi Kepulauan Riau pada Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 7,04 persen, tertinggi di wilayah Sumatera. 

Sementara data Dinas Koperasi dan UKM Kepri mencatat terdapat lebih dari 146 ribu UMKM tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kepri, dengan sekitar 94.600 UMKM telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) nasional. (ian)

Editor : Patar

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar