-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Selasa, Mei 26, 2026 A+ A- Print Email

Kakanwil Dirjen Imigrasi Kepulauan Riau Guntur Sahat Hamonangan (Foto : Parulian/Realitamedia.com)

By Parulian

BATAM, Realitamedia.com –
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral (Kakanwil Dirjen) Imigrasi Kepulauan Riau Guntur Sahat Hamonangan mengadakan apel kendaran operasional di depan kantor eks Bakamla, pada Senin (25/5/2026) pagi.

Apel kendaraan itu dilakukan untuk memastikan kendaran operasional dalam kondisi sehat dan layak pakai.

“ Apel kendaraan itu kami lakukan untuk memastikan sehat atau tidaknya kendaraan tersebut, serta ada atau tidak wujud kendaraannya, jangan nanti ditulis didaftar kendaraan ada namun fisiknya tidak ada,” kata Guntur Sahat Hamonangan saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaannya seratus persen clear semua kendaraan aman dan layak pakai, hanya ada satu kendaran yang sudah tua, tetapi masih bisa untuk operasional, tetapi butuh ektra perawatan saja.

“ Jika ada kendaraan yang tidak layak pakai, kita bisa mengajukan kendaraan yang baru,” katanya.

Secara rinci Guntur menjelaskan untuk kendaran motor ada 8 kendaraan dan total seluruh kendaran motor dan mobil ada sekitar 20an dan untuk plat merah memang punya negara dan kendaraan yang plat putih disewa khusus untuk intelijen. 

“Kendaraan yang plat putih itu khusus untuk intelijen jadi tidak bisa saya sampaikan karena tugas negara bersifat rahasia," katanya. 

Ia menyebut untuk jumlah kendaraan di Batam sudah cukup, hanya saja Kantor Wilayah Direktorat Jendral Imigrasi, memiliki sembilan UPT di Provinsi Kepri.

“ Jika perjalanan dinas saya bisa pakai mobil kantor tetapi bagian intelijen harus ada duit untuk menyewa kendaraan,” katanya.

Untuk tugas antar pulau, kata Guntur, pihaknya perlu kapal, dan beliau telah menyampaikan hal tersebut kepada Dirjen saat berkunjung ke Batam. Ia menjelaskan bahwa tipekal Kepri tidak bisa disamakan dengan daerah yang lain, di Kepri jika hendak kemana-mana harus naik kapal.

"Pak Dirjen sudah ada kerjasama dengan Jepang dan rencananya negara Jepang akan menghibahkan 2 unit kapal ke kita semoga terealisasi ya, “ katanya.



Guntur juga menjelaskan bahwa Provinsi Kepri merupakan daerah kepulauan yang selama ini yang mereka urus hanya dilintasan saja yakni di pelabuhan- pelabuhan, yang dijaga dengan ketat oleh pegawai imigrasi. Tetapi ia menilai bahwa Imigrasi belum maksimal menjaga perbatasan.

“Jadi dengan adanya saya di sini, saya ingin menggaungkan bahwa Kanwil Imigrasi Kepri, Kanwil Maritim, disamping mengawasi daerah Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) kita juga berkewajiban untuk menjaga daerah pesisir di Batam, Tanjung Pinang,” katanya.

Guntur juga mengatakan bahwa di Kepri, kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sangat tinggi. Pegawai Imigrasi harus berkerja ekstra untuk mencegah terjadinya TPPO. Lantaran masih kekurangan anggota pihaknya hanya mengawasi di pelabuhan-pelabuhan saja.

Setelah digaungkannya Dirjen menyetujuinya dan memberikan 2 unit kapal untuk menjaga pintu gerbang perbatasan NKRI.

Guntur berharap dengan adanya bantuan hibah kapal dari Jepang tersebut, kerja Imigrasi di Kepri dapat lebih maksimal khususnya di perlintasan laut. (ian)

Editor : Patar

Posting Komentar