![]() |
| Bupati Karimun Ing Iskandarsyah saat menggelar pertemuan dengan pedagang sore Pasar Puan Maimun di Rumah Dinas Bupati pada Kamis, Kamis (2/4/2026) malam (Foto : James/Realitamedia.com). |
By James
KARIMUN, Realitamedia.com - Bupati Karimun Ing Iskandarsyah telah menerima aspirasi dari dua kelompok pedagang yang berbeda. Hal ini dilakukan agar pemerintah daerah mendapatkan gambaran permasalahan secara utuh sebelum mengambil kebijakan final.
Bupati Iskandarsyah mengetahui apa yang diinginkan dua kelompok pedagang itu, setelah menggelar pertemuan bersama perwakilan pedagang sore Pasar Puan Maimun di Rumah Dinas Bupati pada Kamis (2/4/2026) malam.
Ia menggelar pertemuan dengan dua kelompok pedagang itu, tujuannya untuk mendengarkan langsung aspirasi para pedagang terkait rencana relokasi ke Blok D yang dijadwalkan pada 11 April 2026 mendatang.
"Rencana relokasi pedagang pasar sore di pasar Puan Maimun itu merupakan bagian dari upaya penataan kota. Selama delapan tahun terakhir, pasar sore diketahui menggunakan lahan parkir sebagai tempat berjualan,"kata Bupati Iskandarsyah.
Orang nomor satu di Kabupaten Karimun tersebut menjelaskan bahwa para pedagang pasar sore ini menggunakan lahan parkir. Itu sebenarnya yang akan kami tata dan kembalikan ke fungsi awalnya.
Menurutnya ada tiga kriteria utama dalam penataan pasar yang diinstruksikan kepada Perumda yakni bersih dan nyaman bagi pengunjung, Rapi dalam tata letak pedagang, Kontribusi Retribusi sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jika nanti dilakukan pergeseran ke tempat baru, kami akan mengevaluasi efektifitasnya dalam waktu 2 hingga 3 bulan ke depan, tuturnya.
Pada prinsipnya, kata Bupati Iskandarsyah pemerintah tidak ada niat menzalimi atau mengurangi pendapatan pedagang.
“Kami ingin pasar kita maju, sejahtera, dan berbudaya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya Muhammad. Mahsun yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya optimis bahwa tantangan relokasi ini akan berbuah manis bagi perekonomian Karimun.
"Dengan pindahnya pedagang ke lokasi yang permanen, tidak ada lagi sekat waktu antara pedagang pagi dan sore,”ucapnya
Mahsun berharap Pasar Puan Maimun bisa hidup selama 24 jam. Jika aktivitas ekonomi berjalan sepanjang hari, ia yakin putaran ekonomi masyarakat akan jauh lebih bagus.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiharto salah satu perwakilan pedagang sore yang sehari-harinya berjualan udang dan ikan, mengatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah.
Menurutnya, pemindahan ini sudah tepat, karena dipindahkan ke tempat dengan fasilitas yang lebih lengkap.
”Ini ide yang baik karena tempatnya lebih lengkap fasilitasnya. Kami siap mengikuti aturan pemerintah, termasuk membayar retribusi demi meningkatkan PAD daerah,” katanya.
Disamping itu lanjutnya,terkait adanya pihak yang menolak, Sugiharto menilai hal tersebut sebagai hak masing-masing individu. Namun, ia optimis bahwa rezeki tidak akan tertukar selama pedagang mau berikhtiar. (Jam)
Editor : Patar


Posting Komentar