![]() |
Kejari Bintan saat memusnahkan ribuan botol miras dan ratusan dus rokok ilegal di halaman kantor Kejari Bintan, di Bintan Buyu, Selasa (4/2/2025) (Baringin/Realitamedia.com) |
By Baringin
BINTAN, Realitamedia.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan memusnahkan 12.096 botol minuman keras (miras) ilegal dan 611 dus rokok ilegal dari berbagai merek untuk kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, pada Selasa (4/2/2025) di halaman kantor Kejari Bintan, di Bintan Buyu.
Selain itu, Kejari Bintan juga memusnahkan barang bukti dari 16 perkara pidana umum
Pemusnahan barang bukti tindak pidana ini dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bintan, Andi Sasongko, dan dihadiri oleh perwakilan Polres Bintan, Loka POM Tanjungpinang, Kodim 0315/Tanjungpinang, Bea Cukai Tanjungpinang, serta Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.
Sebelum dilakukan pemusnahan, Kajari Bintan, Andi Sasongko kepada wartawan mengatakan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 19 perkara pidana umum (Pidum) dan pidana khusus (Pidsus) yang ditangani selama tahun 2024.
Pemusnahan barang bukti ini berdasarkan putusan hakim dan telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah).
“ Pemusnahan barang bukti ini dilakukan sebagai langkah untuk mencegah peredaran barang ilegal serta menghindari kerugian negara yang lebih besar,” katanya.
Selanjutnya Kajari Bintan mengatakan barang bukti dari 19 perkara Pidum yang dimusnahkan ini, terdiri dari dua kasus cukai dan satu kasus kepabeanan, dengan jumlah 12.096 botol miras impor serta 611 dus rokok illegal.
Adapun 12.096 botol minuman keras illegal yang dimusnahkan itu, terdiri dari 778 karton merek Chivas, 212 karton merek Jameson, 10 karton merek Feudi Bizantin Limited Edition, 2 karton merek Glenfiddich, 4 karton merek Feudi Bizantin Core Meum. Kemudian 12 karton merek Feudi Bizantin IL Rabdomante, 8 karton merek Feudi Bizantin Passofino.
Sedangkan 611 dus rokok FTZ illegal yang dimusnahkan ini, terdiri dari merek H Mild Putih dan H Mild Hitam.
“ Selain itu, kita juga memusnahkan dua buah gunting, 14 unit handphone, 28 helai pakaian, serta sejumlah barang lainnya,” katanya.
Sedangkan barang bukti dari 16 perkara pidana umum, kata Kajari Bintan, terdiri dari 7 kasus persetubuhan, 1 kasus imigrasi, 1 kasus perikanan, 5 kasus pencurian, 1 kasus penipuan, dan 1 kasus lingkungan hidup.
“ Seluruh barang bukti dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan alat berat jenis loder dan dibakar, kemudian ditimbun untuk memastikan tidak bisa digunakan kembali,” katanya. (Bar)
Editor : Patar
Posting Komentar