By James
KARIMUN, Realitamedia.com - Gangguan pasokan listrik menjadi perbincangan luas warga Karimun yang mengalami pemadaman bergilir dan gangguan jaringan yang berdampak besar terhadap kehidupan warga.
Pemadaman listrik total (blackout) selama satu hari di Karimun pada Senin (21/7/2026) kemarin memicu kemarahan warga dan pelaku usaha di berbagai lokasi .
Masyarakat mendesak Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun Ahmad Subhan Hadi untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami, serta menuntut perbaikan layanan yang lebih andal.
"Mati lampu selama 24 jam bukan sekadar gangguan sementara bagi masyarakat. Pemadaman listrik yang berlangsung lama dapat mempengaruhi aktivitas rumah tangga, layanan publik, hingga kegiatan ekonomi masyarakat," kata Yudi salah seorang warga Kampung Tengah Selasa (21/7/2026)
" Gangguan pasokan listrik yang belum kunjung normal sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat, perekonomian, hingga layanan publik yang bersifat vital," katanya.
Ia menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, pemadaman listrik bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan telah menyentuh aspek kemanusiaan dan hak dasar masyarakat.
“Listrik hari ini sudah menjadi kebutuhan pokok. Ketika listrik mati berhari-hari, aktivitas warga lumpuh, usaha kecil terhenti," ujarnya.
Ia menjelaskan, dampak pemadaman listrik sangat nyata dirasakan masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas rumah tangga, kesulitan memperoleh air bersih, hingga meningkatnya risiko keamanan karena minimnya penerangan di malam hari.
Dari sisi ekonomi, lanjut Yadi , pelaku usaha mikro dan kecil mengalami kerugian karena operasional terhenti atau terpaksa menanggung biaya tambahan untuk penggunaan genset.
Sementara itu,Manager Unit Layanan Pelanggan Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi dalam keterangannya menyampaikan bahwa saat ini tengah melakukan penanganan gangguan pada salah satu kubikel pembagi jaringan Tegangan Menengah (TM) di PLTD Bukit Carok yang berdampak pada padamnya pasokan listrik di sebagian wilayah Tanjung Balai Karimun.
Sejak gangguan terjadi, petugas PLN langsung melakukan penanganan dan manuver jaringan untuk proses pemulihan. Hingga saat ini, pasokan listrik di sebagian wilayah terdampak telah berhasil dinormalkan, sementara proses pemulihan di wilayah lainnya masih terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja dan keandalan sistem kelistrikan.
PLN terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik di seluruh wilayah terdampak dapat segera kembali normal.
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Perkembangan penanganan akan terus disampaikan secara berkala. PLN mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan seluruh pelanggan selama proses pemulihan berlangsung. (Jam)
Editor ; Patar


Posting Komentar