By James
KARIMUN, Realitamedia.com - Pendidikan berkualitas tidak sekadar tentang penguasaan ilmu pengetahuan di dalam ruang kelas, melainkan juga mencakup pembekalan keterampilan hidup esensial yang menjamin keselamatan jiwa.
Kesadaran inilah yang mendasari langkah proaktif PT Timah Tbk dalam memperluas kepedulian sosialnya di sektor pendidikan melalui kolaborasi strategis bersama
Pondok Pesantren Darul Furqan, yang terletak di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (27/7/2026).
Di tengah semarak rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Pondok (MPLP) Tahun Ajaran 2026/2027, PT Timah Wilayah Operasional Kundur menghadirkan program edukasi keselamatan kebakaran dan pelatihan tanggap darurat yang dikemas secara interaktif dan edukatif di lingkungan pondok pesantren pada Sabtu (25/7/2026).
Melalui inisiatif ini, para santri baru tidak hanya disapa dengan orientasi akademik dan keagamaan, tetapi juga dibekali pengetahuan fundamental mengenai mitigasi risiko bencana, pengenalan potensi bahaya kebakaran, hingga prosedur evakuasi dan pemadaman api secara aman dan tepat.
Kehadiran korporasi di tengah lembaga pendidikan keagamaan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh pimpinan serta civitas akademika pondok pesantren.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Furqan, H. Choirur Rosid, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur mendalam atas respons cepat yang diberikan oleh PT Timah Tbk terhadap permohonan pihak pesantren.
“Kami memandang penting bagi santri kami untuk memahami potensi bahaya kebakaran dan mempelajari cara meresponnya dengan tepat. Kami bersyukur PT Timah merespons positif permohonan kami, dan kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ungkapnya penuh haru.
Ia menekankan bahwa menanamkan budaya siaga bencana dan kesadaran keselamatan sejak dini merupakan investasi jangka panjang yang krusial.
Dengan bekal pengetahuan yang mumpuni, para santri diharapkan memiliki ketenangan mental, kepekaan terhadap potensi bahaya di sekitar, serta kemampuan bertindak cepat secara terukur guna meminimalisir risiko darurat.
Bagi para santri, sesi pelatihan lapangan ini memberikan warna tersendiri dalam babak baru perjalanan menuntut ilmu mereka.
Rasyid, salah seorang santri baru, mengaku sangat terkesan dan menikmati setiap rangkaian kegiatan orientasi tanggap darurat tersebut.
Menurutnya, pengalaman terjun langsung mengenali perangkat keselamatan adalah hal baru yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Saya sangat menikmati kegiatan ini. Karena saya baru saja masuk pondok pesantren, program orientasi ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi saya dan teman-teman,” tuturnya.
Rasyid secara jujur mengakui bahwa sebelum mengikuti pelatihan dari PT Timah Tbk, dirinya sama sekali awam mengenai ragam perangkat pemadam kebakaran beserta fungsi spesifiknya.
Namun, melalui sesi praktik interaktif, ia kini memahami cara kerja alat pemadam api ringan (APAR) serta teknik pemadaman api secara aman sesuai standar keselamatan.
“Sebelumnya, saya tidak mengetahui berbagai peralatan pemadam kebakaran ataupun kegunaannya. Kini saya sudah paham. Kami juga diajarkan cara memadamkan api yang tepat dan aman agar terhindar dari bahaya. Terima kasih kepada PT Timah,” pungkasnya mewakili rekan-rekan sesama santri.
Langkah nyata yang diinisiasi oleh PT Timah Tbk di Kabupaten Karimun ini kembali membuktikan bahwa kehadiran dunia industri di tengah masyarakat harus mampu memberikan dampak sosial yang transformatif.
Melalui edukasi tanggap darurat yang menyasar generasi muda di lingkungan pesantren, PT Timah tidak hanya menjalankan fungsi tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga turut serta merajut ketahanan masyarakat berbasis kesadaran kolektif dari unit terkecil kehidupan sosial. (Jam)
Editor : Patar


Posting Komentar