Ads (728x90)

Ketua TP PKK Kota Batam Sosialisasikan Pilah Sampah dari Rumah
Ketua TP PKK Kota  Batam Hj Marlin Agustina Rudi Saat Acara Sosialisasi Pilah Sampah dari Rumah Tingkat Kecamatan Batu Ampar di Food Court Pasifik, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (10/6) (Fhoto : Ist)



BATAM, Realitamedia.com
- Ketua TP PKK Kota  Batam Hj Marlin Agustina Rudi meminta para ibu-ibu untuk memilah sampah dari rumahnya, seperti organic dan sampah residual. Sampah organik merupakan sampah yang bisa didaur ulang.

“ Sampah-sampah yang sudah dipilah ini, bisa memberikan manfaat ekonomi,” kata Marlin saat   mensosialisasikan Pilah Sampah dari Rumah Tingkat Kecamatan Batu Ampar di Food Court Pasifik, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (10/6) pagi.

Bahkan Marlin menjelaskan bahwa dirinya sudah berhasil membeli motor dari sampah yang dipilahnya kemudian diberikan kepada pihak yang membutuhkannya. Bahkan beberapa bantuan lain juga bisa diberikan dengan hasil uang dari pemilahan sampah ini.

Dalam beberapa kali sosialisasi, Ketua PIKORI BP Batam ini pernah membawa buku tabungan dari hasil memilah sampah. Tampak kumpulan uang "receh" dari sampah--sampah itu yang jumlahnya terus meningkat.

Marlin yang juga Wakil Gubernur (Wagub) Kepri mengatakan memilah sampah dari rumah merupakan salah satu cara yang efektif untuk pelestarian lingkungan.  Kegiatan ini tak hanya berkontribusi bagi kebersihan lingkungan, tapi juga memiliki nilai ekonomi.

"Memilah sampah dari rumah ini memberi manfaat untuk lingkungan. Lingkungan yang bersih juga sangat baik untuk kesehatan kita. Karena itu mari kita lakukan gerakan memilah sampah dari rumah ini," katanya.

Ia menyampaikan bahwa Batam yang semakin bersih akan membuat kota ini semakin nyaman. Kota yang nyaman, pariwisatanya pun ikut meningkat. Karena mereka yang sudah datang akan datang lagi ke daerah itu.

Ketua GOW Kota Batam ini pun mengingatkan masyarakat untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Marlin pun mengingatkan masyarakat untuk sebisanya mengurangi penggunaan plastik yang sampahnya memerlukan waktu sangat lama untuk diurai.

"Memilah sampah plastik dari rumah malah lebih besar nilai ekonominya," kata Marlin. (Mc)