![]() |
| Plt Inspektur Kota Batam, Yusfa Hendri (3 dari kanan) bersama ASN saat mengikuti Diklat Penilai Zona Integritas di Surabaya, Jawa Timur (Foto : dok Diskominfo Batam). |
By Parulian
BATAM, Realitamedia.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penilai Zona Integritas di Surabaya, Jawa Timur.
Diklat tersebut diikuti sejumlah aparatur sipil negara (ASN) terpilih Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang bertugas di Inspektorat Batam, BKPSDM Batam, hingga Bagian Organisasi Setdako Batam.
Selain itu Diklat tersebut juga diikuti ASN dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur seperti Mojokerto, Kediri, dan Pasuruan.
Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kota Batam, Yusfa Hendri juga mengikuti Diklat tersebut, mengatakan Pemko Batam mengirim sejumlah ASN mengikuti Diklat tersebut sebagai upaya memperkuat kapasitas aparatur dalam mendukung percepatan terwujudnya Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Pemko Batam.
Yusfa mengatakan ASN yang mengikuti Diklat ini bukan sekadar menjalankan tugas rutin atau formalitas kedinasan.
“ Tetapi mereka adalah orang-orang terpilih yang memiliki komitmen dan moralitas untuk mengemban amanah sebagai penilai Zona Integritas,” kata Yusfa.
Ia menyebut peningkatan kompetensi ASN dalam penilaian Zona Integritas menjadi langkah strategis untuk mendukung target Pemerintah Kota Batam dalam meraih predikat WBK serta WBBM.
“ Seluruh ASN yang mengikuti Diklat ini diharapkan tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak perubahan serta quality assurance di lingkungan kerja masing-masing,” kata Yusfa
Selama pelatihan berlangsung, ASN juga diminta menjaga integritas dalam setiap proses pembelajaran.
Yusfa berharap setelah kembali dari diklat, seluruh peserta mampu mengevaluasi dan memastikan reformasi birokrasi berjalan secara substansial, bukan hanya administrative.
“ Keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen, tetapi juga dari perubahan nyata dalam budaya kerja, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” katanya.
Yusfa menegaskan bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan harus diterapkan secara konkret di lingkungan kerja masing-masing untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Ia mengapresiasi kepada pihak penyelenggara atas dukungan yang diberikan, serta mengucapkan terima kasih kepada jajaran BPSDM Provinsi Jawa Timur, khususnya kepada Kepala BPSDM dan Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural.
“ Melalui kegiatan Diklat ini, Inspektorat Kota Batam berharap lahir ASN yang semakin kompeten dan berintegritas dalam mengawal reformasi birokrasi, sehingga cita-cita mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani dapat terus berkelanjutan,” katanya. (ian)
Editor : Patar


Posting Komentar