By Baringin
TANJUNGPINANG, Realitamedia.com – Perhelatan Kemilau Nusantara Kepri 2026 merupakan salah satu agenda pariwisata unggulan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, yang digelar selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juni 2026, berlokasi di kawasan Tepi Laut Taman Gurindam 12.
Rangkaian yang mengusung tema “Pulau Penyengat Jembatan Lintas Generasi” diawali dengan Parade Kemilau Nusantara Kepri dan dilanjutkan malam pembukaan yang menampilkan beragam kesenian tradisional dari berbagai daerah sebagai wujud pelestarian budaya dan penguatan daya tarik pariwisata daerah.
Wakil Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza saat menghadiri pembukaan perhelatan Kemilau Nusantara Kepri 2026 ini, kepada wartawan mengatakan pihaknya mengapresiasi atas terselenggaranya Kemilau Nusantara Kepri 2026 yang dinilai menjadi ruang strategis dalam mempertemukan keberagaman budaya Nusantara.
Ia mengatakan bahwa kegiatan kebudayaan memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa serta mewariskannya kepada generasi penerus.
Dikatakannya, kehadiran Pemerintah Kota Tanjungpinang pada malam pembukaan Kemilau Nusantara Kepri 2026 ini, merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor pariwisata daerah.
“Melalui Kemilau Nusantara, masyarakat dapat menyaksikan secara langsung kekayaan budaya dari berbagai daerah. Ini merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan,” kata Raja Ariza, Sabtu (13/6).
Menurutnya event budaya juga berkontribusi nyata dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
“ Penyelenggaraan kegiatan berskala regional seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia juga menyebut event budaya bukan hanya sarana pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM local.
Raja Ariza juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan potensi budaya daerah secara berkelanjutan.
“Tanjungpinang sebagai kota yang kaya akan sejarah dan budaya harus terus menjadi ruang yang hidup bagi kreativitas, pelestarian tradisi, serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Bar)
Editor : Patar


Posting Komentar