![]() |
| Direktur Operasional PT MSM Tiga Matra, Satria Karimun Riko (Kiri) (Foto : James/Realitamedia.com) |
By James
KARIMUN, Realitamedia.com - Pendapatan dari sektor pengelolaan parkir dilaporkan mengalami kerugian yang cukup signifikan.
Direktur Operasional PT MSM Tiga Matra, Satria Karimun Riko sebagai pengelola parkir di Kabupaten Karimun menjelaskan factor penyebab merosotnya target pendapatan dari sector parkir disebabkan tingginya kebocoran pendapatan di lapangan akibat masih maraknya juru parker (Jukir) menerima pembayaran setoran tunai sehingga data transaksi kendaraan tidak tercatat secara akurat.
Selain itu, investasi besar pada digitalisasi sistem parkir yang sudah disediakan melalui alat Mobile Point Of Sales (M-Pos) sebagai sarana untuk mencatat transaksi secara elektronik belum menunjukkan hasil maksimal karena tidak bisa memgetahui jumlah kendaraan yang parkir, waktu parkirnya, kendaraan apa yang parkir, lokasi transaksi bahkan bukti digital penerimaannya juga tidak ada.
Riko menegaskan kerugian perusahaan tidak berarti target setoran ke PAD menjadi berkurang.
"Secara internal perusahaan, kami memang mengalami kerugian operasional, namun kewajiban kami menyetor ke PAD tetap kami laksanakan sesuai kesepakatan," kata Riko, Sabtu (27/6/26).
Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan upaya demi mengejar target PAD melalui pembenahan sistem administrasi, peningkatan pengawasan lapangan serta digitalisasi traksaksi parkir.
Isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak tersebut dibantah keras.
Direktur Operasional PT MSM Tiga Matra Satria, Riko menegaskan bahwa kebijakan manajemen perusahaan bukan untuk mengurangi lapangan pekerjaan atau melakukan PHK kepada juru parkir (Jukir) maupun Koordinator Lapangan ( Korlap) , melainkan melakukan pengalihan peran menjadi Person In Change (PIC) dengan gaji bulanan yang disediakan oleh pihak prusahaan.
"PIC menerima gaji tetap dari pihak perusahaan dan tugas mereka nantinya menjadi pengawas operasional di lapangan, memastikan juru parkir bekerja sesuai SOP, memastikan penggunaan M-Pos dan menyampaikan laporan ke managemen perusahaan," sebut Riko.
Melalui sistem tersebut, katanya penerimaan setoran parkir bisa terdokumentasi secara jelas sehingga di ketahui oleh pihak managemen perusahaan.
"Kami tidak menghilangkan lapangan pekerjaan untuk Korlap, hanya lebih meningkatkan akuntabilitas perusahaan sehingga kebocoran sektor parkir bisa diminimalisir," terangnya.
Terakhir, Riko menekankan bahwa penerimaan setoran dari sektor parkir merupakan bagian dari penerimaan daerah yang diterima dari masyarakat dan harus di kembalikan ke masyarakat melalui pembangunan fasilitas untuk masyarakat.
"Makanya penerimaan parkir ini harus bisa kita pertanggungjawabkan, karena ini adalah uang daerah dan masyarakat, untuk itu kami harus mengelolanya sesuai dengan sistem transparansi, akuntabel serta bisa di audit dan memastikan selurub transaksi tercatat sesuai aturan," pungkasnya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Karimun Fraksi Partai Nasdem Eri Januardin melontarkan sejumlah masukan terkait kerugian yang dialami pihak perusahaan berdasarkan laporan yang disampaikan ke DPRD Karimun hingga terkait isu adanya pemutusan hubungan kerja yang di lakukan pihak perusahaan terhadap para kordinator lapangan (Korlap) parkiran. (Jam)
Editor : Patar


Posting Komentar