-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Minggu, Oktober 04, 2026 A+ A- Print Email

Hadiri Bakti Sosial Pengobatan Gratis, Bupati Iskandarsyah Paparkan Sektor yang Dikembangkan untuk Membangun Kecamatan Moro
Bupati Iskandarsyah menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala UPT Puskesmas Moro di UPT Puskesmas Moro, Sabtu (3/10/2026) (Foto : James/Realitamedia.com).

By James 

KARIMUN, Realitamedia.com  – Untuk menggerakkan  pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Moro, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun mengembangkan pembangunan di sektor kelautan, industri galangan kapal, dan ekonomi biru.

Hal tersebut disampaikan Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah saat menghadiri kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis yang digelar di UPT Puskesmas Moro, pada Sabtu (3/10/2026).

Dalam menghadiri kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis tersebut, Bupati Iskandarsyah didampingi sejumlah kepala OPD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun.

UPT Puskesmas Moro bersama Yayasan Kasih Mulia Persada Indonesia (YKMPI) menggelar kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis ini dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun.

Bupati Iskandarsyah mengapresiasi UPT Puskesmas Moro bersama YKMPI yang telah menggelar kegiatan bakto sosial ini, yang tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang penyampaian visi pembangunan kawasan pesisir.

“ Pemerintah Kabupaten Karimun mendorong percepatan pengembangan industri shipyard atau galangan kapal di Moro, sebagai langkah membuka lapangan kerja dan memperluas kesempatan masyarakat untuk bekerja di daerah sendiri,” kata Bupati Iskandarsyah.

Ia menyebut rencana tersebut, bukan tanpa sejarah, inisiatif pengembangan galangan kapal pernah dirintis pada 2015–2016 di Pulau Moro Kecil, namun belum terealisasi akibat kendala ketersediaan lahan.

“Potensi Moro sangat besar. Kita ingin sektor kelautan dan industri galangan kapal berkembang, sehingga masyarakat memiliki kesempatan bekerja dan meningkatkan kesejahteraan tanpa harus meninggalkan kampung halamannya,” kata Bupati Iskandarsyah.

Posisi Kabupaten Karimun dalam kawasan Free Trade Zone (FTZ) menjadi salah satu keunggulan strategis untuk mendorong investasi dan pengembangan industri. Khusus Moro, pemerintah mengarahkan penguatan ekonomi biru (blue economy), dengan mengoptimalkan potensi perikanan, pengolahan hasil laut, serta aktivitas ekonomi maritim.

Menurut Bupati Iskandarsyah, potensi tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Ekspor udang sebanyak 8 ton ke Malaysia menjadi salah satu indikator bahwa komoditas kelautan Moro memiliki peluang untuk menembus pasar internasional.

Ia menjelaskan bahwa selain sektor maritim, potensi pertanian turut menjadi perhatian. Produksi padi di Moro diperkirakan mencapai 3–4 ton per hektare, membuka ruang penguatan sektor pangan dan ekonomi produktif masyarakat.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi bagian penting agenda pembangunan melalui dukungan program beasiswa pendidikan bagi anak-anak daerah.

Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa pembangunan Moro tidak cukup hanya bertumpu pada potensi sumber daya alam, kesehatan, pendidikan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja harus berjalan beriringan.

Bakti sosial pengobatan gratis yang digelar bersama YKMPI menjadi cerminan kolaborasi sosial yang diharapkan mampu memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus menumbuhkan optimisme terhadap masa depan daerah.

“ Dari pelayanan kesehatan hingga penguatan industri maritim, Moro diproyeksikan menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru Kabupaten Karimun,” katanya (Jam)

Editor : Ismanto


Posting Komentar