-->

Ads (728x90)

Pegawai PT PLN Batam memperbaiki Gardu Induk Sungai Harapan, Senin (12/10) (Foto : dok Humas PLN Batam)

By Parulian

BATAM, Realitamedia.com –  Sistem kelistrikan di Batam terganggu pada Senin, 12 Oktober 2026 sekira pukul 06.37 WIB dan berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Kota Batam.

PT PLN Batam berkomitmen memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman meluas di Kota Batam.

Bagi pelanggan regular PLN Batam memberikan kompensasi sebesar 10 persen dari biaya beban bulanan, hal ini mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017. 

Sedangkan pelanggan layanan keandalan berhak mendapatkan kompensasi sebesar 15 hingga 25 persen dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL), sesuai jenis layanan yang diperjanjikan.

Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono mengatakan pemberian kompensasi dilakukan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu mengajukan klaim secara mandiri.

“ Kompensasi tersebut diberikan PLN Batam jika gangguan yang terjadi melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan kepada pelanggan,” kata Rudi Antono, pada Selasa (13/10).

Rudi Antono mengatakan berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Kejadian tersebut menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik kepada pelanggan.

Meski demikian, penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang.

Rudi mengatakan bahwa proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin malam. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi yang terdampak berhasil dinormalkan, kemudian dilanjutkan dengan pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak kembali menyala.

Proses pemulihan dilakukan melalui sejumlah tahapan teknis, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi. Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan.

Meski pasokan listrik telah kembali normal, PLN Batam tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem serta memastikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

Rudi Antono menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan tersebut.

“ PLN Batam juga mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” katanya.

Ia menyebut bahwa PLN Batam akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan di wilayah Batam, Rempang, Galang, dan wilayah kerja lainnya. (ian)

Editor : Patar

Posting Komentar