Ketua Pengkot Muaythai Tanjungpinang Sayidina Ali bersama pengurus di Sasana MMA Tanjungpinang, Jalan D.I. Panjaitan Batu 7, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Sabtu (10/10) (Foto : Baringin/Realitamedia.com)
By Baringin
TANJUNGPINANG, Realitamedia.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dinilai kurang memperhatikan cabang olahraga (Cabor) Muaythai. Padahal Cabor Muaythai telah mengharumkan nama Kota Tanjungpinang di kancah internasional
Hal tersebut disampaikan Sayidina Ali usai dilantik sebagai Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Muaythai Tanjungpinang periode 2026-2030 di Sasana MMA Tanjungpinang, Jalan D.I. Panjaitan Batu 7, Kecamatan Tanjungpinang Timur, pada Sabtu (10/10)
Di hadapan Ketua Pengprov Muaythai Kepri dan Sekretaris KONI Kota Tanjungpinang, Ali mengatakan bahwa Muaythai di Tanjungpinang bukanlah Cabor kemarin sore. Selama 10 tahun, sasana yang ia kelola konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membawa nama Kepri dan Kota Tanjungpinang di level nasional hingga internasional.
Ironisnya, kata dia, prestasi itu berbanding terbalik dengan dukungan yang diterima. Ali menilai Pemko Tanjungpinang masih tutup mata.
Fakta yang lebih mencengangkan, selama satu dekade pembinaan atlet, seluruh biaya operasional hingga pengiriman atlet ke berbagai kejuaraan, murni ditanggung dari kantong pribadinya.
"Sangat disayangkan, pemerintah belum bisa membantu dan mendukung sepenuhnya. Sementara selama ini kegiatan operasional dan pembinaan mengeluarkan dana yang tidak sedikit, dan itu murni dari kantong saya sendiri. Kita lakukan semua ini demi menaikkan nama Kepri, khususnya Tanjungpinang," kata Ali.
Ia berharap ke depannya ada perubahan sistemik dan meminta Pemko Tanjungpinang dan dinas terkait tidak lagi memandang sebelah mata cabor Muaythai yang telah banyak mengukir prestasi.
"Jangan biarkan atlet kami terus bertarung dengan keterbatasan anggaran, sementara mereka membawa nama daerah," pungkasnya.
Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan Muaythai Tanjungpinang, dari yang selama ini berjuang mandiri, menjadi cabor yang didukung penuh oleh daerahnya sendiri. (Bar)
Editor : Patar

Posting Komentar