-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Rabu, Juni 10, 2026 A+ A- Print Email

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko saat memberi pengarahan kepada seluruh jajaran Ditjen) Imigrasi melalui daring dari Aula Ditjen Imigrasi, Selasa (09/06/2026) (Foto : James/Realitamedia.com).

By James 

KARIMUN, Realitamedia.com -
  Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Hendarsam Marantoko mengimbau seluruh jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi untuk melaksanakan langkah konkret (action plan) dalam rangka meningkatkan integritas pelayanan publik. 

Pengarahan itu disampaikannya kepada seluruh petugas Imigrasi di seluruh Indonesia dan Atase Imigrasi diPerwakilan RI, secara hybrid dari Aula Ditjen Imigrasi, pada Selasa (09/06/2026).

"Kita serahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan kepada aparat penegak hukum (APH). Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus pada tugas, fungsi,  dan program-program yang sudah dicanangkan. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal," ujarnya.

Hendarsam mengakui krisis kali ini menjadi salah satu pukulan terbesar bagi organisasi. Kendati demikian, ia meminta momentum ini dijadikan ruang refleksi total untuk menghapus praktik dan budaya kerja masa lalu yang tidak sesuai.

“Zaman sudah berubah, dan tuntutan masyarakat saat ini telah berubah. Tidak ada hak istimewa (privilege) bagi siapapun untuk melakukan pelanggaran,” tegas Hendarsam.

Ia menekankan, fungsi pelayan publik bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga sangat rentan terhadap komplain dan kritik. Kerentanan tersebut harus dijawab dengan penguatan mental aparatur untuk merespons setiap keluhan dengan cepat dan transparan.

Menurutnya, Ditjen Imigrasi memiliki sumber daya manusia yang unggul, namun kapasitas tersebut harus dibarengi dengan integritas yang kuat agar organisasi dapat kembali berdiri tegak.

Hendarsam menggarisbawahi bahwa orientasi utama Imigrasi adalah memangkas jarak dengan masyarakat. Segala bentuk kecemburuan sosial atau persepsi negatif publik harus dijawab dengan perubahan sikap dan komitmen pelayanan yang nyata.

"Gagasan Imigrasi untuk Rakyat  lahir karena kita harus mendekatkan diri dan menghilangkan jarak dengan masyarakat. Fokus kita sekarang adalah membuktikan komitmen itu, merebut kembali kepercayaan publik, dan memastikan bahwa setiap kerja Imigrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,"kata Dirjen Imigrasi.

Untuk diketahui arahan ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang digalakkan sejak Hendarsam Marantoko resmi dilantik sebagai Dirjen Imigrasi . Penguatan integritas aparat diprioritaskan mengingat fungsi keimigrasian bersentuhan langsung dengan pelayanan publik yang rentan terhadap kritik. (Jam)

Editor : Patar

Posting Komentar