By James
BATAM, Realitamedia.com – Bupati Karimun,Ing.H.Iskandarsyah memaparkan visi besar pembangunan Pulau Tulang sebagai kawasan wisata berbasis sejarah dan peradaban Melayu, saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IV Kecamatan Selat Gelam di Desa Tulang, Sabtu (30/5).
Pembukaan MTQ tersebut ditandai dengan memukul beduk oleh Bupati Iskandarsyah didampingi mantan Gubernur Kepri periode 2016–2021 Nurdin Basirun. Disaksikan oleh Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole,Camat Selat Gelam, serta tokoh masyarakat Desa Tulang.
Bupati Iskandarsyah mengatakan MTQ ke-IV tingkat Kecamatan Selat Gelam ini digelar untuk menyiarkan Islam dan pembinaan generasi Qurani.
Ia menyebut bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya dan nilai-nilai agama yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat Karimun.
MTQ merupakan bagian penting dalam menjaga jati diri masyarakat Melayu yang selama ini dikenal erat dengan nilai-nilai Islam.
“MTQ ini adalah identitas kita. Melalui MTQ kita memperkuat syiar Islam, memperbaiki akhlak generasi muda, dan memastikan nilai-nilai Al-Qur’an tetap menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat,” kata Bupati.
Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Karimun tidak pernah menolak modernisasi dan perkembangan zaman. Namun, kemajuan yang dicapai tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya dan identitas yang diwariskan para pendahulu.
“Kita tidak menghalangi modernisasi. Kita harus maju, harus berkembang, tetapi jangan sampai identitas kita hilang. Jangan sampai Melayu hilang di bumi sendiri,” tegasnya.
Bupati mengingatkan bahwa masyarakat Karimun merupakan bagian dari peradaban Melayu yang besar. Semangat menjaga marwah Melayu sebagaimana diwariskan tokoh legendaris Laksamana Hang Tuah harus terus hidup di tengah masyarakat, terutama generasi muda.
Komitmen menjaga budaya tersebut, katanya, uga tercermin dari keberhasilan Kabupaten Karimun mempertahankan bahasa ibu yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui penghargaan dari Menteri Kebudayaan.
“Ini menunjukkan bahwa Karimun tetap konsisten menjaga bahasa dan budaya Melayu sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati turut memaparkan arah pembangunan Pulau Tulang yang akan menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pariwisata Kabupaten Karimun.
Menurut Bupati Pulau Tulang memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar destinasi wisata alam karena menyimpan jejak sejarah dan peradaban Melayu yang kuat.
“Pulau Tulang merupakan bagian dari peradaban Melayu. Potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki kawasan ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Karimun,” ujarnya.
Bupati Iskandarsyah mengatakan bahwa pengembangan Pulau Tulang telah masuk dalam kajian pembangunan jangka panjang pemerintah daerah. Pengembangan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada generasi mendatang.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, pembangunan pelabuhan di Pulau Tulang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membuka akses menuju kawasan tersebut yang selama ini terkendala kondisi pasang surut air laut.
![]() |
| Mantan Gubernur Kepri periode 2016–2021 Nurdin Basirun memukul beduk saat membuka MTQ ke-IV Kecamatan Selat Gelam di Desa Tulang, Sabtu (30/5) (Foto : James/Realitamedia.com). . |
“Selama ini masyarakat maupun pengunjung cukup kesulitan ketika hendak
berlabuh saat air surut. Karena itu, Insya Allah pada tahun 2027 kita
siapkan pelabuhan yang representatif agar akses menuju Pulau Tulang
semakin mudah,” jelasnya.
Bupati meyakini pengembangan Pulau
Tulang akan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat
Kecamatan Selat Gelam sekaligus memperkuat posisi Karimun sebagai daerah
yang mampu memadukan pembangunan, pelestarian budaya, dan penguatan
nilai-nilai keagamaan.
“Daerah yang maju bukanlah daerah yang
melupakan sejarah dan budayanya. Kita ingin membangun masa depan tanpa
meninggalkan jati diri. Karena itulah pembangunan Pulau Tulang harus
menjadi bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali kebanggaan
terhadap peradaban Melayu,” tutupnya.
MTQ Ke-IV Kecamatan Selat
Gelam tahun ini diikuti kafilah dari Desa Selat Gelam, Desa Parit, dan
Desa Tulang sebagai tuan rumah.
Selain menjadi ajang pencarian
qari dan qariah terbaik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana
mempererat silaturahmi masyarakat serta memperkuat komitmen bersama
dalam menjaga nilai-nilai Islam dan budaya Melayu di Kabupaten Karimun.
(Jam)
Editor : Patar



Posting Komentar