By Baringin
BINTAN, Realitamedia.com - Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengusulkan pembentukan Tim Terpadu khusus untuk menangani isu-isu pertumbuhan ekonomi secara terintegrasi, serta berkomitmen untuk terus membantu memfasilitasi koordinasi kendala-kendala dunia usaha ke Pemerintah Pusat
Usul tersebut disampaikan Bupati Roby saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) bersama jajaran OPD terkait, serta perwakilan perusahaan guna mematangkan persiapan data dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, yang digelar di Ruang Rapat Bawah Kantor Bapperida Bintan, Kamis (08/10).
Dalam arahannya, Bupati Bintan mengapresiasi kontribusi luar biasa badan usaha, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang terhadap angka pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin baik antara BP Bintan, BPS, dan seluruh perusahaan.
"Tentu mencermati dari apa yang sudah kita diskusikan, memang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang ini sangat memberikan kontribusi yang luar biasa di dalam menentukan angka pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan. Nah, kami berterima kasih selama ini kolaborasi luar biasa dari semua. Kami ingat tahun lalu bahkan pola yang dilakukan di Bintan menjadi contoh seluruh Indonesia guna mendukung angka pertumbuhan ekonomi," kata Bupati Roby.
Tujuan rapat ini untuk menyelaraskan langkah dalam mendukung target Presiden RI agar pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah dapat berada di atas 8 persen.
Ia meminta kepada seluruh perwakilan perusahaan agar tidak perlu khawatir dalam menyampaikan data yang riil dan transparan. Menurutnya, data yang dikumpulkan dan diisi melalui Badan Pusat Statistik (BPS) dijamin kerahasiaannya oleh Undang-Undang sehingga tidak perlu disalahartikan terkait urusan perpajakan.
"Harapan kami tentunya dalam mendukung target-target Bapak Presiden yang mana pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen, nah ini juga kami berharap apa yang sudah kita kolaborasikan selama ini bisa dapat terus terjalin dengan baik. Dan kepada perwakilan perusahaan, mungkin juga perlu kami sampaikan, harapannya dapat memberikan data-data yang sangat riil" tegas Roby.
Selain membahas validasi data perusahaan, rapat tersebut juga menyoroti sejumlah kendala sektoral seperti dampak fluktuasi perdagangan global terhadap pasokan alat-alat pendukung PLTS, penurunan permukaan air akibat musim kemarau di beberapa wilayah, serta hambatan khusus terkait progres bauksit pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). (Bar)
Editor : Patar
.jpeg)

Posting Komentar