-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Jumat, September 11, 2026 A+ A- Print Email

Cegah Kasus Bunuh Diri, Kapolres Karimun Instruksikan Bhabinkamtibmas Deteksi  Aksi Bunuh Diri
                                                      Foto : dok Humas Polres Karimun

By James 


KARIMUN, Realitamedia com
- Kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian Polri. Polri akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat guna mencegah kasus bunuh diri.

Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen kepolisian dalam mendorong upaya pencegahan melalui pendekatan sosial dan kepedulian masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolres Karimun menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, setiap personel diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di wilayah binaan, Jumat (11/9/2026).

Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik melalui kegiatan sambang, penyelesaian permasalahan, edukasi kamtibmas, maupun deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, mengimbau masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas ketika menghadapi persoalan kehidupan, baik persoalan keluarga, tekanan ekonomi, maupun beban psikologis.

Menurutnya, persoalan yang berat perlu dihadapi dengan mencari bantuan baik dari keluarga maupun pihak profesional, bukan dengan mengakhiri kehidupan.

“ Mengapa Segera Mencari Bantuan Sangat Penting ? Pikiran untuk bunuh diri bisa ditangani ; Kondisi ini sering kali dipicu oleh depresi, kecemasan ekstrem, atau tekanan hidup yang berat. Psikolog atau psikiater dapat memberikan terapi dan penanganan yang tepat,” katanya.

Beban terasa lebih ringan saat dibagikan: Berbicara dengan orang lain, terutama profesional yang tidak menghakimi, dapat membantu Anda menemukan sudut pandang baru yang lebih aman.

Pencegahan dini menyelamatkan nyawa: Mengenali tanda-tanda peringatan pada diri sendiri atau orang terdekat adalah langkah pertama untuk mencegah tindakan fatal.

Cara Membantu Orang Terdekat yang Berada dalam Krisis.

Jika Anda melihat teman atau keluarga menunjukkan tanda-tanda depresi berat atau menyatakan keinginan untuk mengakhiri hidup, dengarkan tanpa menghakimi, biarkan mereka meluapkan perasaannya tanpa memberikan pencerahan yang bersifat menggurui.

Tanyakan secara langsung: Bertanya dengan lembut apakah mereka memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri ? hal ini tidak akan memicu tindakan tersebut, melainkan menunjukkan bahwa Anda peduli.

Temani mereka: Jangan tinggalkan mereka sendirian jika mereka berada dalam situasi bahaya segera.

Bantu hubungi profesional: Dampingi mereka untuk pergi ke puskesmas, rumah sakit terdekat, atau menghubungi Bhabinkamtibmas yang berada di wilayahnya.

Polres Karimun pun terus memperkuat langkah-langkah preventif dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan.

“Kami tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi masalah,” kata AKBP Yunita Stevani, Jumat (11/9/2026).

Kapolres menegaskan, pencegahan bunuh diri bukan menjadi tanggung jawab kepolisian semata. Diperlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur yang berada paling dekat dengan kehidupan warga.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah,” tegasnya.

“ Imbauan ini kami sampaikan setelah setelah terjadi lagi dua peristiwa dugaan bunuh diri di dua wilayah berbeda di Kabupaten Karimun pada hari yang sama,” tambah Kapolres.

Peristiwa pertama terjadi di wilayah Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Seorang pria berinisial YA (40) ditemukan meninggal dunia di kediamannya.

Berdasarkan informasi awal kepolisian, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa kedua terjadi di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang pria lanjut usia berinisial B (80) ditemukan meninggal dunia di rumahnya.

Dari keterangan awal yang dihimpun kepolisian, korban diduga mengalami tekanan psikologis berkaitan dengan penyakit menahun yang telah lama dideritanya.

Kedua kejadian tersebut kini menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental dan tekanan kehidupan membutuhkan perhatian serius dari lingkungan terdekat.

Bagi Polres Karimun, penguatan pendekatan sosial menjadi salah satu bagian penting dari strategi pencegahan.

Melalui Bhabinkamtibmas, polisi berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga, sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui lebih dini dan tidak berkembang menjadi kondisi yang membahayakan.

AKBP Yunita Stevani kembali mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian, membangun komunikasi dalam keluarga, serta tidak membiarkan seseorang menghadapi persoalan berat seorang diri.

“Perkuat keimanan dan kepedulian. Mari saling memperhatikan kondisi psikologis keluarga, kerabat maupun tetangga di sekitar kita,” pesannya. (Jam)

Editor : Patar

Posting Komentar