-->

Ads (728x90)

Share Artikel ini | Redaksi News Kamis, November 05, 2026 A+ A- Print Email

Komisi D DPRD DKI Jakarta Kunker ke DPRD Kota Batam, Terkait Prioritas Pembangunan Infrastruktur
Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, SE (Tengah) bersama anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kota Batam, Kamis (5/11/2026) siang (Foto : Parulian/Realitamedia.com0.

By Parulian

BATAM, Realitamedia.com  – Untuk menggali informasi mengenai prioritas pembangunan infrastruktur di Kota Batam serta kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), anggota Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kota Batam.

Rombongan anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta yang dipimpin oleh Ketua Komisi D, Hj. Yuke Yurike,ST,MT didampingi Wakil Ketua Komisi, Muhammad Idris, disambut hangat Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, SE, di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kota Batam, Kamis (5/11/2026) siang.

Pada pertemuan itu, Muhammad Yunus menyambut baik kunjungan kerja Komisi D DPRD DKI Jakarta yang membidangi pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur publik. Ia juga menyampaikan apresiasi karena Kota Batam dipilih sebagai salah satu daerah tujuan kunjungan kerja.

“Kami ucapkan terima kasih sudah berkunjung dan selamat datang ke Batam. Dari aspek pembangunan tentu DKI Jakarta sebagai daerah pusat jauh lebih pesat. Namun, beberapa aspek pembangunan di Batam dengan keberadaan BP Batam dan status sebagai kawasan khusus tentu berbeda, sehingga dapat didiskusikan bersama,” katanya.

Pada pertemuan tersebut, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta turut menggali informasi mengenai prioritas pembangunan infrastruktur di Kota Batam serta kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menanggapi hal itu, Muhammad Yunus menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur publik di Batam melibatkan pembagian tugas antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam.

Menurutnya, BP Batam memiliki peran dalam pembangunan sejumlah infrastruktur strategis, seperti jalan-jalan utama, pelabuhan laut dan bandar udara serta sarana kebutuhan umum, termasuk penyediaan air. 

Sementara itu, Pemko Batam lebih banyak berfokus pada pembangunan infrastruktur di lingkungan permukiman hingga kawasan hinterland.

“Untuk infrastruktur yang menghasilkan PAD, yang paling besar itu sektor Penerangan Jalan Umum (PJU),” jelas Yunus.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Kedua belah pihak saling bertukar informasi dan pengalaman, khususnya terkait kebijakan pembangunan infrastruktur publik, pembagian kewenangan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

Muhammad Yunus juga berbagi pengalaman mengenai sejumlah kendala dalam pembangunan infrastruktur publik di Kota Batam kepada anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta.

Melalui kunjungan kerja tersebut, diharapkan terjalin pertukaran informasi dan wawasan antarlembaga legislatif, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (ian)

Editor : Patar


Posting Komentar